FPI dkk Akan Aksi 1812 Tuntut HRS Bebas, Golkar: Tak Perlu Turun ke Jalan
logo

16 Desember 2020

FPI dkk Akan Aksi 1812 Tuntut HRS Bebas, Golkar: Tak Perlu Turun ke Jalan

FPI dkk Akan Aksi 1812 Tuntut HRS Bebas, Golkar: Tak Perlu Turun ke Jalan


GELORA.CO - Golkar menanggapi terkait rencana aksi demo 1812 yang akan dilakukan FPI dkk untuk menuntut pembebasan Habib Rizieq Shihab. Golkar menilai seharusnya pihak FPI dkk membela Habib Rizieq dengan pendekatan hukum bukan turun ke jalanan.

"Begini ini kan kita negara hukum, kita ada konstitusi, semua harus kembali ke UU. Jadi polisi yang lakukan penahanan kan melakukan pendekatan hukum, nah mereka kan juga bekerja berdasarkan UU yang sudah diberikan kepada mereka, memproduksi dari pemerintah dan DPR," kata Ketua DPP Golkar Dave Laksono, saat dihubungi, Rabu (16/12/2020).

"Nah jadi ya semuanya itu, seluruh warga negara harus patuh kepada UU tersebut," lanjutnya.


Dave mengatakan seharusnya pihak FPI menuntut pembebasan Habib Rizieq dengan mengikuti proses hukum yang ada. Bukan dengan turun ke jalanan.

"Jadi ya kalau merasa HRS itu dizalimi atau dicurangi atau diapapun itu ya, dan minta dibebaskan segala macam ya ikut aturan aja yang ada, ikut persidangan, beri bantuan hukum, gitu. Jadi jangan kita main itu di jalanan, hukum harus ditegakkan di pengadilan bukan di jalanan gitu," ucapnya.

Dave menyebut pengerahan massa untuk turun ke jalanan hanya akan membuat kericuhan dan kemacetan. Seharusnya pihak FPI dkk menempuh jalur hukum yang ada.

"Ya pastinya enggak perlu karena itu hanya membuat kericuhan, kemacetan, dll. Iya (harusnya ambil langkah aja) kayak praperadilan, tuntut terus, kawal pemeriksaannya, ikuti, siapkan lawyer terbaik dengan analisa hukum yang tajam, gitu," ujarnya.

Front Pembela Islam (FPI) dkk akan berunjuk rasa di depan Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (18/12) ini. Mereka menuntut pengusutan 6 laskar FPI yang tewas ditembak serta meminta pembebasan Habib Rizieq Shihab (HRS).
"InsyaAllah," ujar jubir FPI Slamet Ma'arif ketika dikonfirmasi detikcom, Rabu (16/12/2020). Slamet menjawab pertanyaan terkait aksi di depan Istana pada Jumat (18/12) ini.

Selain itu, Wakil Sekjen PA 212, Novel Bamukmin, juga membenarkan adanya rencana unjuk rasa itu.


"Benar," jawabnya singkat.


Novel belum bisa memastikan berapa banyak massa yang akan terlibat. Novel menyebut pihaknya sudah melayangkan surat pemberitahuan ke pihak kepolisian.

"Surat pemberitahuan aksi sudah disampaikan," tutur Novel.(dtk)