Awalnya Keukeuh Menolak, Sandiaga Uno Akhirnya Tunduk pada Tawaran Manis
logo

22 Desember 2020

Awalnya Keukeuh Menolak, Sandiaga Uno Akhirnya Tunduk pada Tawaran Manis

Awalnya Keukeuh Menolak, Sandiaga Uno Akhirnya Tunduk pada Tawaran Manis



GELORA.CO - Presiden Jokowi telah mengumumkan 6 menteri baru, termasuk Sandiaga Uno salah satunya. Yang menarik, Sandiaga Uno yang sempat keukeuh menolak, akhirnya tak kuat menahan manisnya tawaran posisi menteri.

Yah, Sandiaga Uno resmi menduduki jabatan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), menggantikan Wishunutama.

Sebelum resmi diumumkan Presiden Jokowi, awalnya Sandiaga menyampaikan keyakinannya presiden membutuhkan masukan dari sudut pandang lain. Lalu, Sandiaga malah bercerita soal angka pengangguran.

"Saya meyakini bahwa masih sangat dibutuhkan masukan dari luar pemerintahan, mitra yang kritis konstruktif, menyampaikan pesan-pesan yang jelas demi kemajuan bangsa kita agar Indonesia bisa mengejar ketertinggalan," kata Sandiaga di kediamannya, Jalan Pulombangkeng, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (14/10/2019).

"Ini kan kemari kita ada di... pengangguran ada di nomor dua terburuk di ASEAN. Penciptaan lapangan kerja kita nggak jalan, sementara Vietnam, dengan adannya perang dagang China dan Amerika ini meraup untung," imbuhnya.

Ketika wartawan kembali meminta penegasan sikap, barulah Sandiaga menyampaikan posisinya. Dia mengaku akan berada di luar pemerintah.

"Saya bersedia untuk memberikan masukan dari luar pemerintahan menyampaikan hal-hal yang seperti pil pahit," ucap Sandiaga.

Sandiaga khawatir tak bisa memberikan masukan yang objektif jika menjadi bagian dari pemerintah. Eks Wagub DKI itu merasa pemikirannya itu perlu disampaikan.

"Karena kalau sudah di dalam pemerintahan itu nanti dikhawatirkan semuanya, kan 'asal bapak senang'. Ini yang harus kita sampaikan dalam spirit kebersamaan ini masukan-masukan ini harus kita sampaikan juga," terang Sandiaga.

Namun, ketika dipertegas kembali, Sandiaga mengatakan penyusunan kabinet merupakan hak prerogatif presiden. "Jadi, kalau itu kan (hak) prerogatif presiden, prerogatif presiden ya kita hormati, kita hargai," ujarnya menjawab pertanyaan apakah menolak jika ditunjuk jadi menteri. (*)