Transjakarta Bantah Puluhan Bus yang Terbakar di Bogor Miliknya, Lalu Punya Siapa?
logo

15 November 2020

Transjakarta Bantah Puluhan Bus yang Terbakar di Bogor Miliknya, Lalu Punya Siapa?

Transjakarta Bantah Puluhan Bus yang Terbakar di Bogor Miliknya, Lalu Punya Siapa?


GELORA.CO - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) membantah kabar sejumlah bus dipotong-dipotong dan terbakar di wilayah Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (13/11/2020).

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta menyatakan, bus milik perseroan masih utuh, dan berada di depo-depo resmi milik Transjakarta.

“Perseroan menegaskan, bahwa bus-bus yang beberapa waktu lalu dikabarkan dipotong-potong."

"Lalu sekarang diberitakan terbakar itu bukan milik Transjakarta,” kata Direktur Pelayanan dan Pengembangan PT Transjakarta Achmad Izzul Waro, berdasarkan keterangan tertulis, Sabtu (14/11/2020).

Menurutnya, bus-bus yang terbakar itu bukan milik Transjakarta ataupun bekas perseroan.

Namun, kata dia, itu merupakan bus lain yang terpasang logo Transjakarta, yang mungkin pada saat itu berencana untuk bergabung dengan Transjakarta namun dibatalkan.

“Jadi bukan Bus Transjakarta, dan bukan bus bekas Transjakarta, karena tidak ada hubungannya dengan Transjakarta,” tegas Izzul.

Dia menjelaskan, semua bus yang swakelola maupun bus milik mitra operator Transjakarta, dipastikan dirawat dengan baik dan tetap dilakukan pemeliharaan secara berkala.

Hal ini sebagai bentuk pelayanan prima bagi pelanggan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

“Semua bus mendapat pengecekan secara rutin, baik sebelum maupun sesudah beroperasi,” ujarnya.

Begitu juga, kata dia, dengan armada yang dalam kondisi perawatan masih terus dilakukan pengecekan dan perbaikan, demi penyempurnaan agar sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Berdasarkan catatannya, total armada Transjakarta saat ini kurang lebih sekitar 4.000-an, dan 80 persen sudah melayani pelanggan di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) jilid II.

Kemudian, sebagian lagi masih ada di depo Transjakarta dan masih terawat dengan baik.

Adapun bus-bus di Kawasan bogor tesebut menurutnya tidak termasuk ke dalam kategori Bus Transjakarta.

“Bus swakelola dan mitra operator kami saat ini sudah melayani pelanggan."

"Sedangkan yang tidak melayani pelanggan tersimpan baik di depo depo resmi,” tambahnya.

Sebelumnya, puluhan rongsokan Bus Transjakarta di Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang sedang dalam proses pemusnahan dengan cara dipotong-potong, terbakar habis.

Percikapan api diduga berasal dari alat las yang digunakan untuk memotong-motong bus itu.

“Laporan yang saya terima, ada 37 bus yang terbakar," ungkap Bupati Bogor Ade Yasin saat dikonfirmasi di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (13/11/2020).

Menurutnya, kebakaran terjadi dipicu akibat gas yang tak terkendali dari alat pemusnah bus.

Sebab, ratusan rongsokan bus berwarna oranye dan kuning itu belakangan tengah dimusnahkan secara massal, dengan cara dipotong-potong menjadi beberapa bagian.

“Tempat itu sudah jadi tempat pemusnahan."

"Jadi bus dimusnahkan satu per satu."

"Terbakar karena penggunaan BBG (bahan bakar gas) yang tak terkendali,” kata Ade Yasin, dikutip dari Antara.

Komandan Regu (Danru) Dinas Pemadam Kebakaran Sektor Ciomas Mulyana membeberkan, bus bekas TransJakarta itu terparkir di area lapangan luas.

Tepatnya di depan Rumah Sakit Karya Bhakti Pratiwi, Dramaga, Kabupaten Bogor.

Mulyana mengatakan, penyebab kebakaran di bekas bus TransJakarta itu adalah percikan api yang berasal dari orang mengelas besi.

"Penyebab kebakaran sementara itu katanya ada yang melakukan pengelasan."

"Percikan api yang membuat terjadinya kebakaran," ujarnya kepada TribunnewsBogor.com, Jumat (13/11/2020).

Lebih lanjut, Mulyana menjelaskan persitiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 WIB.

"Jadi kita awal, menerima kabar usai Salat Jumat kita dapat telepon dari Mako Cibinong."

"Dan kabar itu ternyata kebakaran yaitu rongsokan dari Bus TransJakarta," jelasnya.

Mulyana menegaskan pihaknya masih bersiaga sebagai antisipasi api kembali menyala.

"Nah, sampai saat ini kita masih stand by karena masih terdapat beberapa titik api yang sulit dijangkau."

"Untuk kendala adalah akses sumber air."

"Jadi itu yang membuat sulit," trangnya.

Dalam peristiwa tersebut, 11 unit Damkar dikerahkan untuk memadamkan api. Petugas Damkar berasal dari kabupaten dan kota.

Api padam sekitar pukul 17.00 WIB, setelah Damkar berjibaku memadamkan si jago merah.

Dari kejadian tersebut, sekitar 25 bus hangus dilahap api. (*)