Seiya Sekata Trump hingga Simpatisan Tolak Akui Kekalahan
logo

8 November 2020

Seiya Sekata Trump hingga Simpatisan Tolak Akui Kekalahan

Seiya Sekata Trump hingga Simpatisan Tolak Akui Kekalahan


GELORA.CO - Donald Trump dan pendukungnya sama-sama protes dan menolak kekalahan di Pilpres Amerika Serikat (AS). Saat Joe Biden sudah pidato kemenangan, mereka masih bersuara nyaring tak mau mengakui.
Biden dinyatakan memenangkan Pilpres AS setelah diproyeksikan menang atas Trump di negara bagian Pennsylvania dan Nevada. Penghitungan Fox News dan Associated Press menunjukkan Biden unggul di Pennsylvania dengan meraup 49,7 persen (3.350.884 suara) melawan Trump dengan 49,1 persen (3.313.529 suara). Di Nevada, Biden unggul dengan perolehan 642.604 suara (49,9 persen) melawan Trump dengan perolehan 616.905 suara (47,9 persen).


Dibutuhkan 270 electoral votes -- dari total 538 electoral votes -- untuk bisa memenangkan pilpres AS. Biden berhasil meraup total 290 electoral votes, setelah mendapat tambahan 26 electoral votes dari Pennsylvania dan Nevada.

Dengan perolehan 290 electoral votes itu, Biden pun ditetapkan sebagai Presiden terpilih AS yang akan menggantikan Trump nantinya.

Namun, Trump tak mau serta merta mengakui kemenangan Biden. Dia menuding ada kecurangan dan mengambil ancang-ancang menggugat hasil Pilpres AS.

Pendukungnya pun belum menyerah. Mereka ramai-ramai turun ke jalan. Di penjuru negara, mereka menyerukan bahwa Pilpres AS belum berakhir

Di sisi lain, Biden sudah menyuarakan persatuan. Dalam pidato kemenangannya, dia menegaskan bahwa pendukung Trump bukanlah musuh.




Trump Klaim Menang Pilpres

Setelah Joe Biden menang Pilpres AS, Trump memberikan reaksi pertamanya di akun Twitter miliknya @realDonaldTrump terhadap kemenangan Biden sebagai Presiden AS selanjutnya. Dia secara keliru kembali mengklaim, dalam tweet yang ditulis dengan huruf kapital, bahwa dirinya memenangkan pilpres.


Trump juga mengklaim secara tidak berdasar, bahwa pengamat pemungutan suara dari timya tidak diizinkan untuk menyaksikan proses penghitungan suara.

"PENGAMAT TIDAK DIPERBOLEHKAN MASUK KE RUANG PENGHITUNGAN. SAYA MEMENANGKAN PEMILU, MENDAPATKAN 71.000.000 SUARA SAH," tegas Trump.

"HAL-HAL BURUK TERJADI SAAT PARA PENGAMAT KAMI TIDAK DIPERBOLEHKAN MENGAWASI. INI TIDAK PERNAH TERJADI SEBELUMNYA. JUTAAN SURAT SUARA VIA POS DIKIRIM KE ORANG YANG TIDAK PERNAH MEMINTANYA!" imbuhnya.


Cuitan Trump itu diberi label klaim Pilpres AS 2020 yang masih menjadi perdebatan. Trump juga kembali mencuit membanggakan perolehan suaranya yang mencapai 71 juta suara.

"71.000.000 Suara Sah. Terbanyak YANG PERNAH ADA untuk seorang Presiden yang aktif menjabat!" tulis Trump.



Siap Gugat Hasil Pilpres

Pengacara Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, akan mengajukan gugatan hukum terhadap para pejabat pemilu di negara bagian Pennsylvania. Diketahui bahwa Joe Biden ditetapkan memenangi pilpres AS 2020 setelah dinyatakan mengalahkan Trump di Pennsylvania.


Dalam pernyataan yang dipenuhi tuduhan kecurangan pilpres yang tidak jelas dan tak berdasar di Pennsylvania, seperti dilansir ABC News, Minggu (8/11/2020), Rudy Giuliani yang merupakan pengacara Trump mengklaim tim pengamat kubu Trump kehilangan akses untuk mengawasi pemrosesan dan penghitungan suara.

Disebutkan juga bahwa tim kampanye Trump akan mengajukan gugatan serupa di negara-negara bagian lainnya agar selanjutnya bisa memicu 'gugatan hukum nasional besar-besaran'.


Giuliani menyatakan gugatan hukum di Pennsylvania akan diajukan pada Senin (9/11) mendatang.

"Kami kehilangan hak untuk memeriksa apakah setiap surat suara itu sah," ucapnya. "Itu tidak pernah didengar, itu ilegal, itu inkonstitusional' dan kami akan mengambil langkah hukum untuk menggugatnya," tegas Giuliani.

Tim kampanye Trump sebelumnya telah mengajukan gugatan serupa sejak Hari Pemilihan 3 November dan semuanya, kecuali satu kasus, telah ditolak hakim. Di Pennsylvania, hakim negara bagian setelah telah memerintahkan pejabat pemilu mengizinkan pengamat untuk lebih dekat mengawasi petugas penghitung suara, namun seorang hakim federal menolak permohonan untuk menghentikan penghitungan suara berdasarkan tuduhan tersebut.



Pendukung Turun ke Jalan

Pendukung Donald Trump belum bisa menerima kenyataan bahwa Joe Biden telah memenangi Pilpres Amerika Serikat (AS). Mereka demo di penjuru AS menolak kekalahan.


"Ini belum berakhir!" teriak pendukung Trump seperti dilansir AP, Minggu (8/11/2020).

Jumlah peserta demo bervariasi, dari belasan hingga ribuan orang. Beberapa dari mereka bahkan ada yang membawa senjata. Perkelahian terjadi di beberapa lokasi.


Di Atlanta, lebih dari 1.000 pendukung Trump membawa banner hingga bendera AS. Mereka menyerukan 'ini belum berakhir' hingga 'berita bohong'. Polisi harus memisahkan pendukung Trump dan pendukung Biden.


Di Pennsylvania, ribuan pendukung Trump berdemo. Hal yang sama juga terjadi di Phoenix, Arizona. Biden memenangkan suara di Arizona.






Biden Serukan Persatuan

Biden bersama Wapres AS terpilih Kamala Harris menyampaikan pidato kemenangan Pilpres AS 2020 di Wilmington, Delaware. Biden menyerukan persatudan dan mengaku memahami kekecewaan pemilih Trump.

"Sekarang untuk Anda semua yang memilih Presiden Trump, saya memahami kekecewaan Anda malam ini. Saya sendiri telah kehilangan beberapa kali, tapi sekarang mari saling memberi kesempatan," kata Biden.

"Sudah waktunya untuk menyingkirkan retorika kasar, menurunkan suhu, bertemu lagi, saling mendengarkan lagi, dan untuk membuat kemajuan, kita harus berhenti memperlakukan lawan kita sebagai musuh kita. Mereka bukan musuh kita. Mereka orang Amerika," sambungnya.(dtk)