Pendeta di Perancis Ditembak Dikira Serangan Teroris, Ternyata Selingkuhi Istri Orang
logo

9 November 2020

Pendeta di Perancis Ditembak Dikira Serangan Teroris, Ternyata Selingkuhi Istri Orang

Pendeta di Perancis Ditembak Dikira Serangan Teroris, Ternyata Selingkuhi Istri Orang


GELORA.CO - Pelaku penembakan terhadap pendeta di salah satu gereja ortodoks, Kota Lyon, Prancis ditangkap.

Pelaku tidak membawa senjata saat ditangkap.

Penangkapan pelaku penembakan itu terjadi pada Sabtu (31/10), masih di hari yang sama dengan peristiwa penembakan terjadi.

Pihak berwenang berhasil mengungkap motif penembakan yang dilakukan pelaku.

Ternyata pelaku nekat menembak pendeta bernama Nicolas Kakavelakis karena korban terlibat perselingkuhan dengan istrinya.

Istri pelaku yang selingkuh dengan pendeta Kakavelakis adalah perempuan 35 tahun asal Rusia.

Jaksa Perancis menyatakan, pendeta Gereja Ortodoks di Lyon bernama Nicolas Kakavelakis ditembak karena terlibat dalam "masalah percintaan" dengan istri orang.

Nicolas Kakavelakis ditembak hingga dua kali dengan shotgun ketika dia tengah menutup pintu rumah ibadah, dalam insiden 31 Oktober lalu.

Kakavelakis saat ini dilaporkan sudah sadar dari koma, dan memberi tahu penyidik bahwa si penembak merupakan saingannya dalam urusan cinta.

Jaksa Nicolas Jacquet dalam rilisnya menyatakan setelah diselidiki, pelaku merupakan suami dari perempuan yang selingkuh dengan si pendeta.

Penyelidikan kemudian dilakukan, dengan kantor jaksa Lyon menerangkan istri si pelaku penembakan saat ini berada dalam pengawasan mereka.

Si penembak dilaporkan merupakan pria berusia 40-an asal Georgia, di mana dia tinggal di sekitar Gereja Ortodoks Yunani itu.

Pria itu mengaku dialah pelaku yang sudah menembak pendeta berusia 52 tahun itu.

Kemudian meninggalkannya begitu saja untuk mati.

Pelaku yang tak disebutkan identitasnya itu kabur ke rumahnya, dan mengira dia bisa lolos dari kejahatannya sebelum Kakavelakis diketahui sadar.

Dilansir The Sun MInggu (8/11/2020), Jacquet berkata si pelaku ditangkap di rumahnya pada Jumat (6/11/2020) dan "mengakui perbuatannya".

Media Perancis Le Parisien via BBC melaporkan, istri pelaku yang selingkuh dengan Kakavelakis adalah perempuan 35 tahun asal Rusia.

Bapa Kakavelakis, pria Yunani yang bekerja di Lyon selama 10 tahun, disebutkan sudah mundur pada Oktober lalu dan mengurus penggantinya.

Penembakan tersebut terjadi beberapa hari setelah penusukan di gereja Notre-Dame Nice, di mana tiga orang tewas dengan salah satunya dipenggal.

Saat itu, banyak yang khawatir kejadian di Lyon merupakan upaya peniruan dari apa yang disebut Presiden Emmanuel Macron sebagai ""serangan teroris" di Nice.

Menyusul serangan terhadap Kakavelakis, Keuskupan Agung Gereja Ortodoks di Perancis merilis pernyataan di mana mereka mendoakan kesembuhan sang pendeta.

"Kami berdoa agar kesmebuhan padanya berlangsung cepat, serta mengutuk segala bentuk kekerasan yang terjadi," kata keuskupan agung.

Sebelumnya diberitakan, serangan dilaporkan kembali terjadi di Perancis, di mana kali ini seorang pendeta Gereja Ortodox ditembak di kota Lyon.

Si pelaku sempat melarikan diri ketika polisi sampai di tempat kejadian.

Penegak hukum kemudian mengumumkan penangkapan setelah mendapatkan ciri-cirinya dari saksi mata.

Motif serangan terhadap si pastor belum diketahui, di mana pihak berwajib "Negeri Anggur" membuka kemungkinan upaya pembunuhan.

Insiden di Lyon ini terjadi tiga hari setelah serangan teror di Nice, di mana tiga orang tewas dibunuh di Basilika Notre-Dame.

Presiden Perancis Emmanuel Macron menyebut insiden di Nice "serangan teror dari ekstremis", dan menerjunkan ribuan pasukan tambahan untuk mengamankan situs publik.

Penegak hukum Perancis menyatakan, penembakan di Lyon terjadi pada Sabtu pukul 16.00 waktu setempat, seperti dilansir BBC (31/10/2020).

Si pendeta Gereja Ortodox, yang diidentifikasi bernama Nikolas Kakavelakis, ditembak tatkala sedang menutup rumah ibadahnya.

Si pelaku, disebut bersenjatakan shotgun laras pendek, kabur meninggalkan lokasi.

Penegak hukum datang dan meminta warga menghindari lokasi kejadian.

Sementara berdasarkan laporan Sky News, senjata yang digunakan pelaku untuk menembak Kakavelakis adalah senapan untuk berburu.

Jaksa Lyon Nicolas Jacquet menerangkan, sosok yang mirip dengan ciri-ciri diberikan oleh saksi mata sudah berada dalam penahanan polisi.

Jacquet menjelaskan si terduga pelaku tidak membawa senjata ketika dia ditangkap, dengan aparat masih berusaha mengungkap identitasnya.

"Sampai saat ini, kami masih belum mengetahui motifnya seperti ini," jelas Wali Kota Gregory Doucet dalam jumpa pers dengan awak media.

Si pendeta disebutkan sedang berada dalam kondisi serius karena ditembak hingga dua kali di perut bagian bawah, jelas pihak berwajib.

Perdana Menteri Jean Castex kemudian menyatakan pemerintah bertekad bakal melindungi setiap warganya dalam menjalankan agama mereka. (*)