Kemunculan Vaksin Jadi Biang Kerok Harga Emas Tinggalkan Rp 1 Juta
logo

1 November 2020

Kemunculan Vaksin Jadi Biang Kerok Harga Emas Tinggalkan Rp 1 Juta

Kemunculan Vaksin Jadi Biang Kerok Harga Emas Tinggalkan Rp 1 Juta


GELORA.CO - Kemunculan vaksin di tengah situasi pandemi Corona dinilai menjadi faktor utama melemahnya harga emas. Di Indonesia sendiri harga emas logam mulia Antam sudah meninggalkan level Rp 1 juta.
Menurut Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi vaksin membuat masyarakat lebih berani untuk mengalihkan investasinya ke instrumen yang beresiko, macam saham dan obligasi.

"Vaksin pandemi yang kemungkinkan November didistribusikan sangat berpengaruh terhadap ekonomi global, sehingga investor ini mereka alihkan investasinya ke saham dan obligasi. Jadi wajar aja harga emas turun," kata Ibrahim kepada detikcom, Minggu (1/11/2020).


Di sisi lain, ada sentimen stimulus di Amerika Serikat yang tak kunjung dicairkan. Menurut Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra hal ini menimbulkan ketidakpastian.

Maka dari itu menurutnya banyak investor menahan investasi di intrumen mata uang, dalam hal ini dolar AS. Menurutnya, apabila dolar AS naik, maka harga emas dunia akan turun.

"Karena perdebatan sengit dan tidak ada kesepakatan membuat pasar khawatir. Menurut investor ini saat ini dollar jadi yang paling aman. Nah kalau dollar naik, maka harga emas turun," kata Ariston kepada detikcom.

Harga emas sendiri sudah meninggalkan Rp 1 juta pekan ini, terakhir harga Logam Mulia Antam berada di level Rp 996.000 per gram.

Baik Ibrahim dan Ariston memprediksi emas masih bisa sedikit bertaji dalam waktu dekat. Harga emas masih bisa mencapai Rp 1 juta.


Ibrahim menilai, harga emas bisa meroket lagi apabila stimulus Corona di negara-negara maju bisa digelontorkan. Salah satunya adalah stimulus di AS, namun dia tetap mengatakan laju kenaikannya tak akan besar dengan adanya sentimen positif dari pengadaan vaksin Corona.

"Masih bisa ke Rp 1 juta, dengan catatan ada stimulus dikeluarkan di AS. Tapi tetap aja seiring dengan adanya vaksin bisa aja bikin harga emas anjlok lagi. Karena kalau peredaran uang menurun mengakibatkan orang alihkan investasi ke dolar," ujar Ibrahim.

Ariston mengatakan harga emas belum mencapai di level baru. Maka dari itu naik turun akan terjadi, tak terkecuali untuk mencapai Rp 1 juta.

"Sangat bisa ya sampai Rp 1 juta, trennya ini belum level baru kok. Ini masih ngangkat ke Rp 1 juta," kata Ariston.(dtk)