Kecewa! Jokowi Tegur Luhut, Iwan Sumule Bilang Aneh
logo

3 November 2020

Kecewa! Jokowi Tegur Luhut, Iwan Sumule Bilang Aneh

Kecewa! Jokowi Tegur Luhut, Iwan Sumule Bilang Aneh


GELORA.CO - Presiden Jokowi tegur Luhut Binsar Panjaitan selaku Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves).

Selain Luhut, Presiden Jokowi juga menegur Kepala Badan Koordinasi dan Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.

Jokowi tegur Luhut dan Bahlil karena kecewa target investasi pada kuartal III-2020 terkontraksi hingga minus 6 persen.

Teguran itu disampaikan Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin 2 November 2020.

“Saya sudah mewanti-wanti kepada Kepala BKPM dan Menko Marves agar paling tidak di kuartal III ini bisa minus di bawah 5, tapi ternyata belum bisa,” tutur Presiden Jokowi.

Teguran Presiden Jokowi kepada Luhut dan Bahlil dianggap aneh. Pasalnya, Jokowi tidak memberikan solusi.

“Ini aneh, sama-sama tak punya solusi tapi saling menyalahkan,” tutur Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDEM) Iwan Sumule kepada redaksi, Selasa (3/11).

Dalam hal ini, Iwan Sumule menyoroti permintaan Presiden Joko Widodo agar fasilitas Generalized System of Preferences (GSP) dari Amerika Serikat (AS) dimanfaatkan untuk mendongkrak investasi.

Menurutnya, permintaan itu akan percuma. Sebab, selama ini Indonesia lebih banyak impor ketimbang melakukan ekspor ke luar negeri.

 
“Kan tidak ada gunanya juga dapat fasilitas “Generalized System of Preferences” kalau doyan impor?,” tuturnya.

Dia pun menyindir data neraca perdagangan Indonesia yang minus seperti pertumbuhan ekonomi. Sindiran dialamatkan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menyebut bahwa ekonomi Indonesia terbebani era kolonialisme.

“Jadi apakah ini juga dampak kolonialisme?” tutup Iwan Sumule.[psid]