Injak Rem Pak Gubernur!
logo

2 November 2020

Injak Rem Pak Gubernur!

Injak Rem Pak Gubernur!


Oleh:Nizwar Affandi
 KETIKA banyak orang memilih mengisi long weekend dengan bepergian ke tempat-tempat wisata, saya memilih tetap berada di rumah saja bersama keluarga. Alasannya sederhana sekali, saya takut terpapar Coronavirus. Apalagi minggu lalu suami-istri tetangga dalam satu komplek tempat tinggal saya dinyatakan positif setelah diuji swab test.

Di sela waktu luang itu kemarin saya membaca beberapa halaman laporan perkembangan pandemi corona di laman Kementerian Kesehatan, sejak Maret-April sampai dengan akhir Oktober. Setelah membaca laporan perkembangan pandemi dari hari ke hari di Provinsi Lampung pada laman itu, saya menjadi semakin ingin bertemu dengan Gubernur beserta Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Lampung, saya ingin mendengar langsung dari mereka secara personal apa yang sebenarnya ada dipikiran dan benak mereka terkait penanganan pandemi ini di Lampung.



Berikut perkembangan pandemi Corona di Lampung dari bulan ke bulan sejak 18 Maret sampai dengan 31 Oktober:

Maret-April

Selama 44 hari sejak 18 Maret sampai 30 April tercatat ada 46 orang terkonfirmasi positif terjangkit Coronavirus. 28% dari penderita yaitu sebanyak 13 orang sembuh dan 11% nya sebanyak lima orang meninggal dunia. Rata-rata bertambah pasien positif satu orang setiap harinya, dua orang sembuh setiap minggunya dan satu orang wafat setiap enam hari.

Mei

Selama 31 hari terjadi penambahan pasien positif sebanyak 87 orang, 38 orang dinyatakan sembuh dan lima orang meninggal dunia. Rata-rata bertambah pasien positif tiga orang setiap harinya, 13 orang sembuh setiap minggunya dan satu orang wafat setiap enam hari.

Juni

Selama 30 hari terjadi penambahan pasien positif sebanyak 57 orang, 79 orang dinyatakan sembuh dan dua orang meninggal dunia. Rata-rata bertambah pasien positif dua orang setiap harinya, 18 orang sembuh setiap minggunya dan satu orang wafat setiap 15 hari.

Juli

Selama 31 hari terjadi penambahan pasien positif sebanyak 65 orang, 45 orang dinyatakan sembuh dan tidak ada yang meninggal dunia. Rata-rata bertambah pasien positif dua orang setiap harinya dan 10 orang sembuh setiap minggunya.

Agustus

Selama 31 hari terjadi penambahan pasien positif sebanyak 140 orang, 134 orang dinyatakan sembuh dan dua orang meninggal dunia. Rata-rata bertambah pasien positif lima orang setiap harinya, 30 orang sembuh setiap minggunya dan satu orang wafat setiap 15 hari.

September

Selama 30 hari terjadi penambahan pasien positif sebanyak 498 orang, 310 orang dinyatakan sembuh dan 19 orang meninggal dunia. Rata-rata bertambah pasien positif 17 orang setiap harinya, 72 orang sembuh setiap minggunya dan dua orang wafat setiap tiga hari.

Oktober

Selama 31 hari terjadi penambahan pasien positif sebanyak 931 orang, 408 orang dinyatakan sembuh dan 43 orang meninggal dunia. Rata-rata bertambah pasien positif 30 orang setiap harinya, 92 orang sembuh setiap minggunya dan tujuh orang wafat setiap lima hari.

Dari data di atas, dapat terlihat bahwa Juni adalah bulan yang terbaik di mana jumlah kesembuhan lebih banyak daripada jumlah penderita baru. Juli juga cukup baik, walaupun jumlah penderita baru kembali lebih banyak daripada jumlah pasien yang dinyatakan sembuh tetapi sepanjang bulan Juli tidak ada penderita yang meninggal dunia.

Sinyal lonjakan sudah mulai terlihat pada bulan Agustus, di mana jumlah penderita baru naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan bulan sebelumnya, tetapi jumlah penambahan kasus baru itu masih relatif hampir sama dengan jumlah pasien yang sembuh.

Ledakan mulai terjadi di September, hampir 500 orang tercatat sebagai penderita baru dan jumlah pasien yang sembuh mulai tertinggal jauh. Pasien yang wafat juga mulai bertambah dengan cepat. Tren buruk itu terus berlanjut di sepanjang bulan Oktober, hampir seribu orang dinyatakan positif dan jumlah yang sembuh semakin tertinggal jauh tidak sampai setengahnya.

Dari 76 orang keseluruhan jumlah penderita Coronavirus di Lampung yang wafat selama tujuh bulan ini, 57% nya sebanyak 43 orang meninggal dunia di bulan Oktober.

Saya sudah menanyakan validitas informasi ini kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, menurut beliau Kemenkes RI sering melakukan kesalahan pencatatan dari laporan yang mereka berikan, saya sarankan beliau untuk melakukan klarifikasi kepada Kemenkes jika itu benar.

Dari beliau saya juga mendapatkan jawaban atas pertanyaan sebelumnya terkait jumlah PCR Test yang sudah dilakukan selama ini, dari sekitar 21 ribu spesimen yang telah diperiksa diketahui terdapat 14% lebih atau sekitar tiga ribunya dinyatakan positif, sedangkan sisanya 85% atau sebanyak 17 ribu lebih dinyatakan negatif.

Jumlah spesimen yang telah diuji cukup menggembirakan tetapi persentase yang dinyatakan positif sangat mengkhawatirkan. Perbedaan jumlah spesimen yang dinyatakan positif dengan jumlah penderita yang tercatat terjadi karena ada beberapa orang yang telah diambil dan diuji spesimennya lebih dari satu kali.

Angka persis dari 21 ribu spesimen itu berapa jumlah orangnya sudah saya tanyakan juga tetapi belum mendapatkan jawabannya.

Melihat tren yang semakin memburuk di bulan September dan Oktober, kemudian di hari pertama November ini dimulai dengan penambahan kasus baru sebanyak 26 orang dan wafat dua orang, saya kira sudah saatnya Gubernur Arinal melakukan evaluasi bersama-sama para Bupati dan Walikota se-Lampung.

Pembagian fokus tugas kerja masing-masing pemerintah daerah mesti diperjelas kembali, koordinasi dan sinergi juga wajib dipererat dan diperkuat.

Jangan sungkan mengevaluasi kerja-kerja Testing, Tracing dan Treatment yang selama tujuh bulan ini sudah dilakukan. Jangan malu-malu untuk mengakui bahwa sinergi antar daerah masih belum optimal. Jangan ragu sedikitpun memilih keselamatan dan kesehatan ketimbang angka-angka statistik ekonomi yang sesungguhnya juga tidak banyak mengalami perbaikan.

Percayalah sebagian kecil rakyat mungkin senang mendengar klaim Gubernur tentang Provinsi Terbaik dalam penanganan pandemi (saya sudah malas membahas kebenarannya lagi), tetapi seluruh rakyat pasti akan sangat bergembira jika dapat merasakan langsung kehadiran negara dalam menjaga keselamatan hidup mereka.

Ayo Pak Gubernur, injak segera rem yang dapat menyelamatkan kesehatan dan jiwa rakyat Lampung, karena sesungguhnya di hari akhir nanti setiap pemimpin pasti akan diminta pertanggungjawabannya atas semua jiwa dan raga dari rakyat yang dipimpinnya.

Wallahua’lam bishowab

(Pengamat Pembangunan Daerah)