Hasil Pilpres AS: Joe Biden Sementara Unggul dari Donald Trump
logo

4 November 2020

Hasil Pilpres AS: Joe Biden Sementara Unggul dari Donald Trump

Hasil Pilpres AS: Joe Biden Sementara Unggul dari Donald Trump


GELORA.CO - Warga Amerika merayakan pesta demokrasi berlangsung pada Selasa (3/11/2020) waktu setempat, untuk menentukan siapa yang akan menduduki jabatan kepresidenan selama empat tahun ke depan.

Tetapi, Pilpres dimaknai tak sebatas itu saja, mereka juga harus memilih siapa yang menempati kursi Kongres hingga pemimpin yang mengatur jadwal pengambilan sampah, tarif utilitas hingga kurikulum sekolah.

Meski diguncang pandemi virus corona, tragedi rasial hingga kemerosotan ekonomi, puluhan juta surat suara telah disimpan sebelum matahari terbit di beberapa lokasi pemungutan suara.

Joe Biden sementara ini dikabarkan unggul dari rivalnya dari Donald Trump. (Tangkap Layar Time)

Mengutip Time, pertarungan kali ini membawa petahana Donald Trump-Mike Pence melawan mantan Wakil Presiden Joe Biden-Kamala Harris.

Joe Biden sementara ini dikabarkan unggul dari rivalnya dari Donald Trump.

Pakar pemilu menekankan pentingnya kesabaran dalam menunggu perhitungan suara resmi dari 50 negara bagian.

Seperti diketahui, hasil akhir pemungutan suara ditentukan oleh pejabat electoral.

Pilpres 2020 ini dibayangi dengan pengajuan ratusan tuntutan hukum terkait pemilihan tentang siapa yang menghitung suara dan seberapa sulit untuk mengakses jajak pendapat.

Tren pemungutan suara awal menunjukkan bahwa jumlah pemilih dan antusiasme akan tinggi.

Beberapa negara bagian, seperti Hawaii dan Texas , melampaui jumlah total suara mereka dari tahun 2016 bahkan sebelum Hari Pemilihan.

Biden ungguli Trump pada pukul 09.00 WIB (Saul Loeb/AFP dan CNN)

Demokrat Memimpin

Sejumlah pemungutan suara telah ditutup di beberapa negara bagian, di antaranya Georgia, South Carolina dan Kentucky.

Tiga negara bagian tersebut merupakan wilayah penentu pemilihan Senat yang menentukan partai mana yang akan mengambil alih majelis tahun depan.

Pemungutan suara juga ditutup di Indiana, Vermont dan Virginia, di mana Senator Demokrat Mark Warner termasuk di antara kandidat pertama di negara itu yang mengetahui bahwa dia mempertahankan kursinya.

Perlombaan yang benar-benar ketat ini membutuhkan waktu untuk menghitung siapa yang menjadi pemenang.

Musim pemilu kali ini cukup dibuat khawatir karena masalah pandemi, teknologi dan pengaruh asing.

Tapi yang mengejutkan, gelombang partisipan dan antrean panjang membut rekor pemungutan suara awal jauh lebih tinggi dibanding Pemilu AS 2020.[tn]