Harga Emas Tinggalkan Rp 1 Juta: Beli, Jual, atau Tahan?
logo

1 November 2020

Harga Emas Tinggalkan Rp 1 Juta: Beli, Jual, atau Tahan?

Harga Emas Tinggalkan Rp 1 Juta: Beli, Jual, atau Tahan?


GELORA.CO - Harga emas telah melemah, kini harganya sudah menyentuh di bawah Rp 1 juta. Bagi pemegang emas mungkin akan bertanya-tanya apakah saat ini harus menjual atau membeli.
Menurut Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi ada baiknya bagi yang memiliki emas bisa menahan asetnya terlebih dahulu. Ibrahim mengatakan bagi yang mau mengambil untung, dalam waktu dekat bisa menjualnya.

Namun, untuk menjualnya harus sabar menunggu momentum. Tepatnya saat stimulus di Amerika Serikat cair sekitar 2 pekan depan. Pasalnya, momentum tersebut bisa membuat harga emas meroket.

"Bagi yang punya emas, kalau bisa saat stimulus digelontorkan aja, kan jadinya harga tertinggi ini bagus banget buat dijual," ujar Ibrahim kepada detikcom, Minggu (1/11/2020).


Sementara itu, bagi yang mau membeli emas, Ibrahim menyarankan untuk segera melakukannya. Khususnya bagi yang mau melakukan investasi emas jangka panjang.

"Kalau mau jangka panjang bagus buat koleksi emas saat ini. Tapi jangka panjang yang diambil 5-9 tahun lagi. Apalagi kalau harga bisa sampai level Rp 900 ribu-an itu sangat tepat buat pembelian," kata Ibrahim.

Cuma kalau mau membeli emas untuk spekulasi keuntungan jangka pendek semata, lebih baik jangan membelinya di tengah ketidakpastian nasib emas.

"Kalau jangka pendek ya jangan ini spekulasi berhati-hati harusnya, sentimennya kurang bagus," kata Ibrahim.


Harga emas sendiri sudah meninggalkan Rp 1 juta pekan ini, terakhir harga Logam Mulia Antam berada di level Rp 996.000 per gram.

Sementara itu, bagi Kepala Riset dan Edukasi PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra tahun ini bukan waktu yang tepat untuk membeli emas. Dia mengatakan lebih baik aset emas ditahan terlebih dahulu.

"Meski tren lagi turun nggak bisa beli, kecuali harganya sudah deep banget baru bisa ya, sekarang sih masih banyak sentimen yang bisa berubah di akhir tahun ini," ungkap Ariston kepada detikcom.(dtk)