Ditinggali Surat oleh Siswi SMA yang Gantung Diri, Mantan Pacar Ngaku Cekcok gegara Unggah Foto Wanita Lain
logo

7 November 2020

Ditinggali Surat oleh Siswi SMA yang Gantung Diri, Mantan Pacar Ngaku Cekcok gegara Unggah Foto Wanita Lain

Ditinggali Surat oleh Siswi SMA yang Gantung Diri, Mantan Pacar Ngaku Cekcok gegara Unggah Foto Wanita Lain


GELORA.CO - Didorong putus cinta, FS (17), seorang gadis yang masih duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA) nekat mengakhiri hidupnya.

Jasad FS ditemukan tergantung di sebuah pohon di depan Kantor Pusat Universitas Kristen Indonesia (UKI) Toraja, Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Rabu (4/11/2020).

Sebelum gantung diri, korban sempat menulis surat yang berisi pesan terakhirnya kepada orangtua dan sang mantan kekasih.

Mantan korban yang berinisial A kini masih berstatus sebagai saksi, dan tengah diperiksa oleh pihak kepolisian.

Kepada pihak kepolisian, A mengaku sempat bertengkar dengan korban sebelum FS nekat mengakhiri hidupnya.

Pengakuan mantan korban disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Tana Toraja AKP Jon Paerunan lewat acara Apa Kabar Indonesia Pagi tvOne, Jumat (6/11/2020).

AKP Jon menyebut, A mengakui memiliki hubungan asmara dengan FS.

"Mereka memang benar pacaran," kata AKP Jon.

A mengaku hubungannya dengan korban mulai memburuk karena pertengkaran.

Pertengkaran tersebut dikarenakan korban mengunggah foto pria lain, begitupula dengan A yang mengunggah foto wanita lain.

Cekcok tersebut ditenggarai menjadi pemicu putusnya cinta antara korban dan A yang kemudian mendorong FS gantung diri.

"Itu yang memicu timbulnya rasa cemburu," kata AKP Jon.

Orangtua korban sendiri tidak mengetahui perihal kehidupan anaknya sehari-hari karena korban tinggal sendiri di kos-kosan, jauh dari pengawasan orangtua.

Putus Cinta 4 Jam sebelum Gantung Diri

Pada segmen sebelumnya, AKP Jon telah memaparkan soal hasil penyelidikan bahwa korban ternyata baru putus cinta empat jam sebelum jasadnya ditemukan tewas tergantung.

Korban dan kekasihnya diketahui tinggal dalam satu komplek kos-kosan.

"Satu kontrakan tapi lain kamar, berjauhan, tetapi dalam satu komplek," ujar AKP Jon.

Pada jam 2 dini hari, tepatnya 4 jam sebelum korban ditemukan gantung diri, antara korban dan mantan pacarnya sempat terlibat cekcok.

"Terjadi perselisihan antara mereka, sehingga yang laki-laki menyatakan putus kepada korban," kata AKP Jon.

"Setelah itu korban dan saksi terpisah masuk ke kamar masing-masing."

Seusai masuk ke kamar masing-masing, korban kemudian ditemukan telah tewas gantung diri pada jam 6 pagi.

Pihak kepolisian telah mengonfirmasi hubungan antara korban dan mantan kekasihnya memang pernah berpacaran dan berteman akrab.

Di dalam kos-kosan tempat korban tinggal diketahui ditempati oleh anak sekolah hingga keluarga kecil.

Komplek kosan tersebut memiliki total delapan kamar.

Korban sendiri memilih tinggal di kos karena rumah orangtuanya jauh dari sekolah tempatnya belajar.

"Memutuskan untuk tinggal sendiri karena berjauhan dari tempat sekolah," ungkap AKP Jon. []