Deklarator KAMI Menduga Pemerintah Berupaya Menjinakkan Gatot Melalui Cara Ini

Deklarator KAMI Menduga Pemerintah Berupaya Menjinakkan Gatot Melalui Cara Ini

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Marwan Batubara mencium upaya pembungkaman oleh pemerintah melalui pemberian penghargaan Bintang Mahaputera Adipradana kepada mantan Panglima TNI Jenderal (purn) Gatot Nurmantyo.

Pemerintah, diduga Marwan, hendak mengendalikan Gatot dari pemberian penghargaan.

"Itu kan cara menjinakan orang-orang yang berbeda sikap dengan pemerintah," ujar Marwan kepada wartawan, Jumat (6/11).

Namun, Marwan meyakini, pemerintah bakal keliru memberikan penghargaan untuk menjinakkan Gatot.

Pasalnya, Gatot yang juga menjadi petinggi KAMI akan tetap kritis meskipun mendapatkan penghargaan.

"Di sini akan terlihat nanti bagaimana profil dan kualitas, sekaligus komitmen Pak Gatot untuk memperjuangkan kebenaran juga aspirasi," kata dia.

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD meminta publik tidak menilai negatif pemberian penghargaan ke Gatot Nurmantyo.

Sebab, kata Mahfud, langkah itu bukan bentuk pembungkaman kepada pihak yang kritis kepada pemerintah.

"Kalau nanti Gatot Nurmantyo tidak diberi bintang, orang curiga. Kok, tidak diberi. Kalau diberi, ini mau membungkam," kata Mahfud dalam keterangan resmi yang disiarkan akun Youtube Kemenko Polhukam RI, Kamis (5/11).

"Eggak ada urusan bungkam membungkam. Enggak ada urusan diskriminasi."

Mahfud menjelaskan, Gatot pernah menjabat Panglima TNI. Setiap panglima dan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), mendapatkan bintang penghargaan setelah menyelesaikan jabatan.

"Kapolri, panglima dan kepala staf angkatan itu meskipun tidak satu periode, kalau pernah menjabat itu mendapat bintang Mahaputra," ujar mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu. (*)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita