Anies Minta Banjir Surut dalam 6 Jam, Golkar DKI: Kelamaan
logo

5 November 2020

Anies Minta Banjir Surut dalam 6 Jam, Golkar DKI: Kelamaan

Anies Minta Banjir Surut dalam 6 Jam, Golkar DKI: Kelamaan



GELORA.CO - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta banjir di wilayahnya dapat surut dalam 6 jam. Fraksi Golkar DPRD DKI menilai 6 jam adalah waktu yang cukup lama.
"Kelamaan, targetnya seharusnya tidak ada genangan kalau pun ada genangan, 1 jam surut," ujar Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI, Basri Baco kepada wartawan, Rabu (4/11/2020).

Menurutnya, bila genangan surut dalam waktu 6 jam artinya ada yang tidak beres dengan drainase di Jakarta. Selain itu, nilai kerugian masyarakat juga akan tingggi jika banjir surut dalam waktu 6 jam.


"Kalau 6 jam itu namanya kerendam karena drainase kita tidak beres, tidak pernah dipikirkan baik-baik. Kerugian warga Jakarta makin banyak kalau banjir 6 jam baru surut," imbuh Basri.


Menurutnya, Pemprov DKI Jakarta mesti belajar banyak dari pakar soal banjir. Basri justru menyinggung soal gengsi Pemprov DKI Jakarta.

"Pada malas belajar sama yang paham ngatasi banjir sih. Rela korbankan rakyat demi gensi," ucap Basri.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya berharap ketika curah hujan deras turun, banjir dapat surut dalam waktu 6 jam. Bagaimana kata Anies? 



Bila hujan di atas 100 mm seperti awal tahun lalu terjadi hujan 377 mm, maka tanggung jawab kita adalah, ini saya sampaikan sebagai arahan, ada dua indikator suksesnya, satu tidak ada korban, semua warga selamat. Dua, genangan harus surut dalam 6 jam," kata Anies di Lapangan JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (4/11).

"Ini bila curah hujan di atas kapasitas sistem drainase kita. Seluruh unsur bersiaga di sini. Insyaallah Jakarta bisa terbebas dari banjir, dan bila terjadi curah hujan yang amat lebat kita bisa segera surut dalam waktu kurang dari 6 jam," imbuhnya.


Anies mengatakan rata-rata kapasitas sistem drainase di Jakarta adalah 100 mm per hari. Bila curah hujan di bawah itu, Anies menyebut tidak boleh terjadi banjir.


"Kita sampaikan di sini bahwa sistem drainase di Jakarta kapasitas maksimalnya rata-rata 100 mm per hari karena apabila hujan lokal di bawah 100 mm ditargetkan tidak boleh terjadi banjir," ujar Anies.(dtk)