Tolak UU Omnibus Law, Massa ‘Segel’ DPRD Bali dan Kantor PDIP, Golkar, Gerindra, NasDem -->
logo

8 Oktober 2020

Tolak UU Omnibus Law, Massa ‘Segel’ DPRD Bali dan Kantor PDIP, Golkar, Gerindra, NasDem

Tolak UU Omnibus Law, Massa ‘Segel’ DPRD Bali dan Kantor PDIP, Golkar, Gerindra, NasDem


GELORA.CO -   Pro dan kontra terus saja bermunculan dari berbagai kalangan akibat dari disahkannya UU Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) Senin 5 Oktober 2020 kemarin.

Berbagai elemen masyarakat di Nusantara terus melakukan perlawan terhadap undang-undang yang didalamnya berisi berbagai pasal kontroversial.

Seperti yang dilakukan oleh masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Bali Tidak Diam dengan ‘menyegel’ beberapa tempat di Denpasar, Rabu 7 Oktober 2020.

Baca Juga: Rutin Konsumsi Kunyit? ini 7 Manfaat Kunyit untuk Kulit, Salah Satunya Menghilangkan Bekas Jerawat

Mereka melakukan aksi dengan memasang ‘segel’ berupa spanduk seperti di Kantor DPRD Bali.

Bahkan kantor partai pendukung UU tersebut juga tidak lupa menjadi sasaran massa, seperti Kantor DPD PDIP Bali, Kantor DPW NasDem Bali, Kantor DPD Gerindra Bali,dan Kantor DPD I Golkar Bali.

Berbagai spanduk dipasang seperti ‘segel’ dengan tulisan “Bubarkan DPR!” dan “Mosi Tidak Percaya, Bali Tolak Omnibu$”.



Ada juga yang bunyinya menggelitik. “DPR Melucu, Presiden Pamer Cucu”.

Spanduk itu dipasang di plang Sekretariat DPD Partai Gerindra Bali di Jalan Tantular.

Juru Bicara Aliansi Bali Tidak Diam, Abror Torik Tanjilla mengatakan bahwa pihaknya sengaja melakukan aksi tersebut sebagai bagian protes kekecewaan terhadap UU tersebut.

Pasalnya, para anggota dewan yang berasal parpol tersebut telah membuat masyarakat Indonesia dan Bali marah dengan disahkannya RUU Cipta Kerja.

Menurutnya, aksi ini bukanlah merupakan aksi yang pertamakali dilakukan oleh Aliansi Bali Tidak Diam yang terdiri dari berbagai elemen mahasiswa dan masyarakat itu.



“Karena aksi ini memang marathon dan aksi ini berkelanjutan dari beberapa aksi yang lalu,” kata dia.



Ia juga menyebut bahwa pihaknya juga rencananya, Hari Kamis 8 Oktober 2020 besok pihaknya akan menggelar aksi kembali.

“(Aksi) ini akan berlanjut. Besok juga akan berlanjut,” tandasnya.***