Rapat Omnibus Law Bersama Jokowi, Anies Tak Dapat Kesempatan Bicara Sampaikan Aspirasi Pengunjuk Rasa -->
logo

10 Oktober 2020

Rapat Omnibus Law Bersama Jokowi, Anies Tak Dapat Kesempatan Bicara Sampaikan Aspirasi Pengunjuk Rasa

Rapat Omnibus Law Bersama Jokowi, Anies Tak Dapat Kesempatan Bicara Sampaikan Aspirasi Pengunjuk Rasa


GELORA.CO - Presiden Joko Widodo mengadakan rapat bersama para Gubernur seluruh Indonesia untuk menyampaikan soal Omnibus Law UU Cipta Kerja pada Jumat kemarin (9/10).

Namun, hanya 5 Gubernur saja yang mendapat kesempatan untuk berbicara. Sementara Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, yang notabene wilayahnya mengalami kerusakan akibat unjuk rasa penolakan UU Ciptaker justru tak diberi kesempatan.



Alhasil, Anies pun tak bisa menyampaikan aspirasi massa yang menolak pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja.

"Kami tidak bisa memberikan keterangan. Karena semua diminta dari presiden dan tim presiden," kata Anies saat meninjau kerusakan Halte Transjakarta Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Sabtu (10/10).

"Karena pesannya seperti itu kami jadi tidak bisa menyampaikan keterangan apapun," ujar Anies, dikutip Kantor Berita RMOLJakarta.

Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) periode 2019-2023 itu menilai rapat lebih berjalan searah, karena seluruh keterangan hampir disampaikan oleh Presiden Jokowi.

"Jadi kami yang hadir tidak bisa memberikan keterangan," ujar Anies lagi.

Dalam pertemuan secara virtual selama sekitar satu jam itu, Jokowi meminta para gubernur membantu pemerintah pusat menjelaskan UU Cipta Kerja kepada masyarakat di wilayahnya.

Jokowi hanya memberikan kesempatan bicara kepada lima gubernur saja. Yakni Gubernur Lampung Arinaldi Djunaidi, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, dan Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji.

Sedangkan Gubernur Anies yang wilayahnya menjadi tempat demonstrasi besar dan berakhir dengan bentrokan tidak diberikan kesempatan bicara.

Jokowi pun melarang semua peserta menyampaikan hasil pertemuan itu.

Ridwan Kamil pun membenarkan presiden melarang peserta membocorkan isi rapat.

Diketahui, saat unjuk rasa pecah menjadi kerusuhan pada Kamis kemarin (8/10), Anies Baswedan dengan mengenakan rompi coklat dan helm sepeda, menemui demonstran yang menolak UU Cipta Kerja di kawasan Bundaran Hotel Indonesia.

Anies datang bersama Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Nana Sudjana dan Pangdam Jaya Mayor Jenderal TNI Dudung Abdurrachman(RMOL)