Pilu Walkot Jambi Kehilangan Putra yang Meninggal dalam Kondisi Corona
logo

31 Oktober 2020

Pilu Walkot Jambi Kehilangan Putra yang Meninggal dalam Kondisi Corona

Pilu Walkot Jambi Kehilangan Putra yang Meninggal dalam Kondisi Corona


GELORA.CO - Wali Kota (Walkot) Jambi Syarif Fasha mengenang sosok anak tercintanya, Muhamad Fabiansyah Putra, yang meninggal dunia. Fasha mengenang sosok anak bungsunya itu setelah 40 hari kepergiannya akibat sakit ginjal dan dalam kondisi positif virus Corona (COVID-19).
"Anakku empat puluh hari kau pergi meninggalkan kami. Dari-Nya kau datang. Kepada-Nya kau kembali. Tinggalah kami menata hati yang retak, terserak," tulis Fasha dalam kutipan video kenangan bersama anak bungsunya seperti dilihat detikcom, Sabtu (31/10/2020).


Kenangan indah sosok almarhum Fabiansyah itu di-posting oleh Fasha di akun Instagram pribadinya. Fasha terlihat masih tidak percaya akan kepergian anaknya yang begitu cepat. Ia bahkan mengenang momen-momen pribadinya bersama Fabiansyah untuk mengobati rasa rindu.


Selain mengungkapkan rasa rindunya kepada Fabiansyah, Fasha menyebut kepergian putranya itu bagaikan mimpi buruk yang dialaminya. Ia bahkan menginginkan agar sosok anaknya itu kembali di pelukannya dan bercengkerama bersama keluarga tercinta.

Kisah sedih Wali Kota Jambi kehilangan anak bungsu yang meninggal dalam kondisi CoronaKisah sedih Wali Kota Jambi kehilangan anak bungsu yang meninggal dalam kondisi Corona. (Dok Istimewa).
"Anakku empat puluh hari kepergianmu, kadang aku masih berharap ini hanya mimpi buruk yang singkat. Kerap aku berharap terjaga dan kembali menemukanmu ada di sisi. Tetapi ini bukan mimpi, air mata itu kadang diam-diam mengalir di pipi, saat sadar kau tak akan pernah kembali lagi," ucap Fasha.

"Saat-saat seperti itu hanya bentangan sajadah tempat kuberserah diri, kutadahkan tangan ini nak. Tangan yang rasanya tak pernah cukup menuntunmu hingga keperaduan terakhirmu. Tangan yang gemetar menyambut kehadiranmu di dunia ini. Tangan ini pula yang bergetar mencoba mengiklaskanmu sendiri dalam liang lahat yang gelap," lanjutnya.




Kepergian sosok Fabiansyah atau yang akrab disapa Bian memang menjadi pukulan yang amat terdalam bagi Fasha. Anak bungsu yang bercinta-cita ingin menjadi hafiz Qur'an itu pergi di usianya ke-13 tahun. Fasha pun mengingat saat Bian berada dalam masa kritis saat melawan sakit gagal ginjal dalam kondisi positif Corona.

Fasha juga mengingat bagaimana sebelum meninggal dunia, Bian masih sempat menanyakan di mana Al-Qur'an kesayangannya. Momen itu menyadarkan Fasha agar lebih ikhlas atas kepergian anak bungsunya itu.

"Sedih, Nak, suatu perasaan yang menikam sebagaimana saat terakhirku mengenangmu semakin kritis dan menanyakan di mana Al-Qur'anmu. Ah anakku kau mengajarkanku banyak, kau memahamkanku arti tawakal, arti berserah arti menerima," tulis Fasha kembali di video kenangan bersama anak bungsunya itu.

Fasha juga mendoakan kepergian Bian. Ia juga menyakini ia bersama seluruh keluarga tercintanya kelak akan dipertemukan kembali oleh Bian di tempat terbaik yang telah dijanjikan Tuhan.

"Kini hanya dalam doa-doa panjang yang kami titipkan salam, kami titipkan rindu. Kami menghamba dan tiada daya upaya selain-Nya. Sungguh tidak ada kepahitan hidup selain terpisahkan dengan yang terkasih dan berjarak dengan kematian. Jarak yang tak terukur jeda tak berujung, jarak yang kami amini agar kelak kita kembali dipersatukan di tempat terbaik yang Allah miliki," sebut Fasha.


Terakhir, Fasha juga mengucapkan kerinduannya yang teramat mendalam. Ia sempat menyampaikan di waktu 13 tahun bersama anak bungsunya itu menjadi momen yang tak terlupakan. Ia bahkan juga meminta agar Allah selalu mengingatkan dirinya untuk tetap terus mendoakan anak bungsunya itu dalam kondisi dan keadaan apapun.

"Anakku Bian kami rindu, terima kasih untuk 13 tahun yang indah, Nak. 13 tahun yang sarat dengan memori, kelahiranmu menceriakan kami, kehadiranmu mewarnai hari-hari kami. Berat rasanya menghadapi hari tanpamu, tetapi sebagaimana ketabahanmu kami pun belajar untuk tetap tabah. Kenangan tentangmu akan kami ukir dalam ingatan bahwa kami pernah memiliki seorang putra yang membanggakan," kenang Fasha.

Diketahui, M Fabiansyah Putra, anak ketiga dari Wali Kota Jambi Syarif Fasha, meninggal dunia di usia 13 tahun. Fabiansyah atau yang kerap disapa Bian meninggal setelah melawan penyakit gagal ginjal yang cukup serius serta terkonfirmasi virus Corona.

Sebelumnya, Fasha sekeluarga juga sempat dinyatakan terkonfirmasi positif Corona hingga ia bersama istri dan anak tercintanya diisolasi di RS Jakarta. Fasha kemudian sembuh bersama istri dan anaknya, hanya saja Bian meninggal dunia.(dtk)