Perlawanan Rahayu Saraswati Setelah Dilecehkan Foto 'Coblos Udelnya'
logo

28 Oktober 2020

Perlawanan Rahayu Saraswati Setelah Dilecehkan Foto 'Coblos Udelnya'

Perlawanan Rahayu Saraswati Setelah Dilecehkan Foto 'Coblos Udelnya'


GELORA.CO - Setelah diserang dengan isu 'paha mulus', Rahayu Saraswati Djojohadikusumo kini mendapat serangan lewat foto maternity atau kehamilan. Kali ini, Calon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) itu melawan dan akan melaporkan tindakan yang dianggap pelecehan itu ke polisi.

Serangan terbaru terhadap Rahayu Saraswati dilakukan oleh netizen yang memakai fotonya saat hamil anak pertama 5 tahun lalu. Terdapat narasi 'coblos udelnya' pada foto Sarasawati yang memperlihatkan perutnya yang membesar itu.

Foto tersebut memang menunjukkan Sara tengah memegang perutnya yang membesar dan memperlihatkan bagian pusarnya. Wanita yang akrab disapa Sara itu kemudian mengomentari unggahan bernada serangan politik tersebut.


Sara Anggap Serangan itu Menyedihkan

Sara mengaku sedih saat foto kehamilannya dijadikan bahan serangan pendukung lawan politiknya di Pilkada 2020. Menurutnya, foto itu diambil saat dirinya tengah mengandung anak pertama dan sama sekali tidak terkait dengan Pilkada.

"Cukup menyedihkan bahwa foto yang diambil suami saya sebagai ungkapan syukur kami atas berkat yang Tuhan berikan kepada kami 5 tahun lalu saat hamil dengan anak pertama, yang tidak ada kaitan sama sekali dengan Pilkada saat ini (pemikiran mau maju saja tidak ada), dijadikan bahan serangan pendukung lawan," kata Sara saat dihubungi, Minggu (25/10/2020).


Keponakan Ketum Gerindra Prabowo Subianto itu pun menilai bentuk serangan terhadap dirinya ini sebagai pelecehan. Menurut Sara, kata-kata yang digunakan si pengunggah yang mengomentari foto kehamilannya tidak bisa ditoleransi. Sara pun menyebut si pengunggah sengaja mencari-cari fotonya untuk dijadikan bahan serangan.

"Tanpa perempuan bisa hamil, tidak ada anak, maupun keturunan. Jika berkat ini bisa digunakan untuk melecehkan seorang perempuan, ibu, dan calon pemimpin daerah, maka apakah contoh ini yang kita berikan kepada generasi berikutnya? Apakah beliau yang memuat itu nyaman jika ibundanya diperlakukan demikian oleh siapa pun?" ujar Waketum Gerindra ini.

"Terlepas keyakinan setiap pribadi masing-masing dan cara pandang kita tentang cara berbusana yang layak, kata-kata yang digunakan jelas bentuk pelecehan dan ini tidak bisa ditolerir," tambah Sara.

Untuk diketahui, Sara maju sebagai calon Wakil Wali Kota Tangsel berpasangan dengan eks Sekda Tangsel, Muhammad. Pasangan nomor urut 1 itu bersaing dengan paslon nomor urut 2 Siti Nur Azizah-Ruhamaben serta paslon nomor urut 3 Benyamin Davnie-Pilar Saga Ihsan di Pilkada Tangsel 2020.



Sara Bakal Lapor ke Polisi

Atas serangan kali ini, Rahayu Saraswati pun sedang menyiapkan langkah-langkah hukum. Ibu dua anak ini menolak mendapat pelecehan sehingga akan melaporkannya ke polisi.


"Saya menyatakan tegas bahwa kami sedang mempersiapkan langkah-langkah untuk mengambil tindakan hukum terhadap pelaku yang mengunggah konten tersebut dan telah melakukan pelecehan seksual terhadap saya," ungkap Sara dalam konferensi pers di Restoran Anggrek, Jalan Raya Victor, Serpong, Tangerang Selatan, Selasa (27/10/2020).

Sara menyebut mendapat dukungan dari tokoh-tokoh perempuan lintas organisasi dan partai politik terkait kasusnya, seperti Lena Maryana Mukti (PPP), Irma Suryani Chaniago (NasDem), dan Ninik Rahayu (Ombudsman RI). Para tokoh perempuan itu, sebut Sara, ikut marah atas kasus pelecehan yang dia alami.

"Mereka menyatakan juga mendukung dan sangat marah atas apa yang terjadi karena sangat melukai hati semua perempuan, ibu-ibu yang pernah mengandung," ujar Sara.


Sara menekankan soal pelecehan seksual dalam kasusnya di samping keterkaitannya dengan Pilkada 2020. "Yang saya tekankan bukan konteks Pilkadanya tapi bahwa pelecehan seksual itu ini hanya contoh kecil dari apa yang dialami ribuan perempuan di Indonesia," tuturnya.

Sara Kritik Narasi 'Coblos Udelnya'

Sara pun mengkritik penggunaan narasi 'coblos udelnya' yang digunakan pelaku dalam foto kehamilannya 5 tahun lalu.

"Kata-kata yang digunakan apalagi 'coblos udelnya', yang mana saya sebagai calon ibu, sebagai ibu yang sedang hamil yang mengandung anak saya, yang tidak semua perempuan bisa diberkati berkat Tuhan yang sangat istimewa," kata Sara.

"Banyak teman-teman saya yang tidak bisa mengandung, jadi itu suatu berkat dan ungkapan syukur kami, dan itu digunakan dengan kata-kata 'coblos udelnya'," sambungnya.



Belum Lapor ke Prabowo

Soal serangan ini, Sara mengaku belum melaporkan kepada Prabowo Subianto yang merupakan Ketum Gerindra sekaligus pamannya. Ini lantaran Sara belum bertemu Prabowo karena Menteri Pertahanan itu masih berada di luar negeri melakukan kunjungan kerja.

"Untungnya sih pakde belum pulang. Saya belum menanyakan dan saya belum istilahnya duduk bareng mereka karena jadwal sangat padat. Saya belum ada kesempatan dan apalagi ini baru terjadi, baru terungkap beberapa hari lalu," jelas Prabowo.

"Pak Prabowo saya belum nanya, saya juga belum lapor," imbuhnya.

Selain mendapat dukungan dari politisi lintas organisasi dan partai politik, Sara menyebut didukung penuh dari keluarganya. Bahkan, Sara menyebut suaminya masih marah dengan kejadian pelecehan seksual yang menimpanya.

Yang pasti dari suami saya, beliau pun tadi pagi istilahnya marah lagi maksudnya bahwa 'kok ada sih yang seperti itu'. Beliau sangat mendukung, keluarga saya yakin juga mendukung," ungkapnya.


Sara bersama tim kuasa hukumnya sedang mempersiapkan langkah hukum menindaklanjuti kasus pelecehan lewat foto hamil ini. Dia menyebut dalam waktu dekat akan menyambangi pihak kepolisian.

"Tindak lanjutnya bahwa kami memang sedang mematangkan persiapan dan berkas-berkas kami. Itulah makanya kami lakukan konferensi pers pada siang ini untuk menjelaskan segamblang-gamblangnya. Kalau pertanyaan kapan memang untuk saat ini saya sudah ada jadwal Pilkada yang sangat padat, tapi kami secepatnya pada saat memang jadwal memungkinkan kami akan melaporkan ke kepolisian untuk menindaklanjuti dan melakukan penindakan terhadap," papar Sara.



Cari Identitas Pembuat Konten Serangan

Terkait serangan ini, tim pengacara Sara sedang menelusuri identitas pengunggah konten tersebut. Namun pelaporan sendiri ke polisi tidak perlu menunggu siapa identitas penyerang Sara.

"Kami memang sedang menelusuri identitas asli dari pemilik akun, namun perlu diketahui untuk laporan di kepolisian itu pertama cukup identitas dari akunnya karena jejak digitalnya kan di kepolisian memiliki forensik dan bisa menelusuri ke mana," kata Ketua Tim Advokasi Hukum Muhamad-Saraswati, Maulana Bungaran.

Maulana menyatakan pencarian pemilik akun Facebook Bang Djoel yang mengunggah konten pelecehan dengan narasi 'coblos udelnya' itu akan memudahkan kerja kepolisian. Terkait kapan hendak melapor, Maulana masih menunggu jadwal dari Rahayu Saraswati.

"Kami kuasa hukum pada prinsipnya sedang melakukan persiapan-persiapan, kami siap kapan saja pada saat Mbak Sara bisa. Begini, ini kan delik aduan ya, karena ada unsur pelecehan ke Mbak Sara dan unsur permasalahan penghinaan atau pencemaran nama baik dugaannya karena dia delik aduan makanya harus Mbak Sara sendiri pelapornya. Kalau kami siap pas Mbak Sara bisa, kami siap mendampingi beliau," tutupnya.(dtk)