PDIP ke Jokowi: Ingat Sejarah, Hati-Hati 'Kudeta Merangkak'
logo

25 Oktober 2020

PDIP ke Jokowi: Ingat Sejarah, Hati-Hati 'Kudeta Merangkak'

PDIP ke Jokowi: Ingat Sejarah, Hati-Hati 'Kudeta Merangkak'


GELORA.CO - Politikus PDIP Darmadi Durianto mengingatkan presiden Jokowi di satu tahun pertama periode kedua pemerintahannya untuk berhati-hati dan waspada terhadap manuver-manuver politik para pembantunya.

"Jangan lengah. Tidak tertutup kemungkinan ada manuver-manuver politik dari beberapa pembantu Jokowi demi kepentingan jangka panjang (pilpres)," kata Anggota Komisi VI DPR RI itu kepada wartawan, Sabtu (24/10/2020).

Darmadi menyarankan agar presiden Jokowi melakukan evaluasi kinerja menteri secara berkala.

"Per tiga bulan bila perlu mesti ada review secara ketat. Review diperlukan sebagai upaya mengidentifikasi adanya kepentingan-kepentingan yang diam-diam menyelinap ke istana tanpa diketahui pak presiden. Jangan menunggu sesuatu terjadi tapi kita harus waspada dan antisipasi," tandasnya.

Lebih lanjut Darmadi memprediksi bahwa loyalitas para pembantu Jokowi akan terlihat dipertengahan periode kedua nanti.

"Apakah masih loyal atau tidak, nanti di pertengahan jalan (dua tahun setengah pemerintahan) akan kelihatan. Karena di fase itu patut diduga sudah tidak lagi memikirkan kepentingan kabinet dan program-program yang digariskan pak presiden tapi mereka akan lebih mengedepankan kepentingan mereka," tegasnya.

Lebih lanjut Darmadi menyarankan agar Jokowi menyiapkan plan B sebagai upaya menutup celah manuver-manuver politik sejumlah pembantu-pembantunya.

"Sudah harus siapkan nama-nama pengganti menteri yang dianggap tidak loyal. Lebih baik diganti ketimbang menggerogoti dari dalam bahkan bisa menelikung dengan cara mengambil alih kekuasaan ditengah jalan. Hati-hati kudeta merangkak. Ingat sejarah," tegasnya lagi. (*)