Najwa Shihab Sindir Puan, "Saya Tak Akan Matikan Mic karena Semua Berhak Berbicara" -->
logo

8 Oktober 2020

Najwa Shihab Sindir Puan, "Saya Tak Akan Matikan Mic karena Semua Berhak Berbicara"

Najwa Shihab Sindir Puan, "Saya Tak Akan Matikan Mic karena Semua Berhak Berbicara"


GELORA.CO - Pada acara Mata Najwa kemarin malam dengan tema Mereka-reka Cipta Kerja, berlangsung seru dan terjadi perdebatan sengit.

Dalam acara tersebut Najwa Shihab mengundang empat narasumber. yakni, Supratman Andi Atas, Ketua Badan Legislasi DPR; Ledia Hanifa Amaliah, Anggota Baleg DPR Fraksi PKS; Haris Azhar, Direktur Eksekutif Lokatara; dan perwakilan dari pemerintah.

Baca Juga: Kabar Gembira! Pemerintah Berikan Bantuan BLT Rp 1 juta Untuk 26 Ribu Orang, Ini Syaratnya!!

Haris Azhar menyebut jika DPR tidak menjalankan prosedur dalam Peraturan Perundang-undangan dan akhirnya terjadilah perdebatan sengit antara Hariz Azhar dengan Supratman.

Artikel ini sebelumnya telah ditayangkan dengan judul: Sindir Puan Maharani, Najwa Shihab: Saya Tidak Akan Matikan Mic karena Anda Semua Berhak Bicara

Sedangkan Supratman mengatakan tidak semua orang mengenal Haris. Hal tersebut menciptakan perdebatan lebih panjang.

"Kita punya standar tata cara pembuatan undang undang, ada Peratuaran Perundang-undangan (Perpu)," tambah Haris.

Hal tersebut ditimpali santai oleh Supratman. Dia mengatakan, tidak ada yang mengenal Haris.

"Haris ga ada yang pernah kenal," tutur Supratman.

Ucapan itu membuat suasana panas. Haris dan Supratman pun saling menimpali sehingga terjadi perdebatan sengit. Bahkan beberapa kalimat yang terucap tidak terdengar jelas karena saling berebut bicara.

Najwa Shihab kemudian menengahi dengan meminta kedua orang ini tenang. Ia lalu berkata tidak akan mematikan mic karena semua berhak bicara.

"Saya tidak akan mematikan mic," tutur Nana.

Ucapan tersebut seolah menyindir pimpinan DPR Puan Maharani yang mematikan mic saat Fraksi Demokrat menyampaikan kritiknya terhadap UU Omnibus Law.

Supratman lalu berkata ia bertindak seperti itu karena Haris selalu merasa menang.

Ia kemudian menjelaskan, ini pertama kalinya di dalam rapat Panja, disediakan media yang bisa diakses siapapun.

"Kami sediakan medianya. Bukan menghubungi satu dua orang untuk mengkaji itu. Kami pun melakukan konsultasi publik," tutur dia.

"Kami lakukan konsultasi publik, kami lakukan itu. Saya Ketua Panja meminta seluruh fraksi untuk melakukan konsultasi publik. Ini belum pernah terjadi sebelumnya. Entah itu diapresiasi atau tidak," ungkap dia. ***