Menerka Kedatangan Menlu AS, Guru Besar UI Ini Ingatkan Indonesia Jaga Politik Luar Negeri Bebas Aktif
logo

24 Oktober 2020

Menerka Kedatangan Menlu AS, Guru Besar UI Ini Ingatkan Indonesia Jaga Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Menerka Kedatangan Menlu AS, Guru Besar UI Ini Ingatkan Indonesia Jaga Politik Luar Negeri Bebas Aktif


GELORA.CO - Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana mengatakan, pentingnya Indonesia menjaga politik luar negeri yang bebas aktif, baik terhadap China, AS, maupun negara manapun.

Hal itu disampaikan Hikmahanto merespon rencana kedatangan Menlu AS Michael Pompeo ke Indonesia, usai Menhan RI Prabowo Subianto mengunjungi negara Paman Sam tersebut.

"Menjadi pertanyaan di masa pandemi Covid-19 ini dan mendekatnya pelaksanaan Pemilihan Presiden di AS, mengapa para pejabat AS intens berhubungan dengan para mitranya di Indonesia," ujar Hikmahanto di Jakarta, Jumat (23/10/20).

Kemungkinan besar ini terkait dengan kekhawatiran AS terhadap Indonesia yang dianggap terlalu dekat dengan China.

"Belakangan ini China sangat agresif di Laut China Selatan," ujar Hikmahanto.

Bahkan dengan kekuatan ekonominya dan penemuan vaksin telah mengembangkan pengaruh di negara-negara kawasan.

Ekonomi China yang agresif bahkan menurut buku putih Departemen Pertahanan AS, memungkinkan China meminta sejumlah negara untuk membangun pangkalan militer, termasuk Indonesia.

"AS tentunya berharap Indonesia berada di belakang AS. Permintaan AS untuk mendaratkan pesawat tempur mata- mata dapat diartikan demikian," tuturnya.

"Disinilah pentingnya pengambil kebijakan di Indonesia untuk menjaga politik luar negeri bebas aktif baik terhadap China, AS, maupun negara manapun," pungkasnya.[tsc]