Memanas, Ahmad Muqowam Ngaku Dijegal DPP Untuk Maju Jadi Caketum PPP
logo

28 Oktober 2020

Memanas, Ahmad Muqowam Ngaku Dijegal DPP Untuk Maju Jadi Caketum PPP

Memanas, Ahmad Muqowam Ngaku Dijegal DPP Untuk Maju Jadi Caketum PPP


GELORA.CO - Bursa pemilihan calon Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memanas.

Calon ketua umum PPP, Ahmad Muqowam mengaku dijegal DPP PPP dalam pemilihan calon ketua umum. Padahal, dirinya tercatat dalam struktur organisasi PPP sebagai majelis A’la PPP.



“Lah iya, wong saya ini katanya pengurus majelis A’la DPP PPP, semua anggota majelis A’la PPP itu menjadi penyelenggara, baik penasihat, steering, ataupun organization commitee. Sedangkan saya sama sekali tidak masuk. Jadi ruang itu ditutup habis untuk saya,” tegas Muqowam kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (28/10).

Muqowam mengatakan, alasan dirinya maju sebagai caketum tak lain ingin membawa perubahan pada partai berlambang Kabah tersebut.

“Jadi saya mau melakukan aktivasi, selama muktamar saya paling datang sebagai undangan pembukaan saja. Itu pun kalau diundang. Saya tidak tahu apa itu hukum keadilan,” bebernya.

Mantan Wakil Ketua DPD RI ini meminta agar PPP adil dan membuka ruang demokrasi seluas-luasnya bagi siapa saja yang maju jadi caketum PPP.

“Saya tidak iri, tapi saya harus menyampaikan ini. Saya tidak cemburu, cuma kan dalam sebuah partai yang notabene saya seorang majelis A’ala, majelis tinggi, kenapa saya tidak (dilibatkan)?” lanjutnya.

Meski merasa dijegal, ia mengaku tak goyah dan akan tetap maju menjadi caketum PPP.

“Saya masih akan tetap berikhtiar. Kalau sudah memungkinkan saya akan deklarasi, tapi saya dijegal-jegal enggak karu-karuan. Sekadar menjadi panitia pelaksana saja enggak boleh,” tutupnya.(RMOL)