Jalanan Tel Aviv Dibanjiri 200 Ribu Demonstran Dan Aksi Bentrok Dengan Petugas Polisi

Jalanan Tel Aviv Dibanjiri 200 Ribu Demonstran Dan Aksi Bentrok Dengan Petugas Polisi

Gelora Media
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Bentrokan hebat mewarnai aksi unjuk rasa anti-pemerintah di Israel antara demonstran dan petugas keamanan pada Sabtu (10/10).

Lautan manusia kembali memenuhi jalan-jalan ibukota Tel Aviv untuk menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. The Times of Israel dan sejumlah media menyebut jumlah partisipan aksi protes akhir pekan itu mencapai 200 ribu di seluruh Israel.



Dalam sebuah pernyataan, petugas polisi mengatakan, para demonstran melemparkan berbagai benda ke petugas polisi yang memicu bentrokan.

Alhasil, sebanyak enam orang ditangkap dalam aksi protes di Tel Aviv dan Yerusalem.

Protes yang digelar selama berpekan-pekan ini menuntut pengunduran diri Netanyahu di tengah tuduhan korupsi, krisis ekonomi, dan penanganan pandemi Covid-19.

Pada akhir pekan lalu, sebanyak 40 demonstran juga ditahan oleh petugas keamanan di Tel Aviv.

Sebelumnya, Knesset atau parlemen Israel telah menyetujui UU yang memungkinkan agar aksi protes hanya boleh dihadiri kurang dari 20 orang dengan jarak satu kilometer satu dengan yang lain.

UU tersebut memicu amarah warga. UU dianggap sebagai upaya pemerintah untuk membatasi kebebasan berbicara.

Pada akhir bulan lalu, pembatasan virus corona baru mulai berlaku di Israel. Mulai 18 September, Israel kembali melakukan kuncian yang akan berlaku hingga 14 Oktober.(RMOL)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita