Iseng Berbuah Viralnya Jargon 'Tarik Sis, Semongko' -->
logo

19 Oktober 2020

Iseng Berbuah Viralnya Jargon 'Tarik Sis, Semongko'

Iseng Berbuah Viralnya Jargon 'Tarik Sis, Semongko'


GELORA.CO - Akhir-akhir ini jargon 'Tarik Sis, Semongko' di kalangan anak muda kerap terdengar. Siapa sangka, jargon 'Tarik Sis, Semongko' ini muncul dari Banyuwangi saat pementasan musik dangdutan. Jargon ini kemudian diikuti lagu berjudul 'Bunga' yang dinyanyikan Anggun Pramudita, viral di TikTok.
Pencetus jargon adalah MC dangdut kondang di Banyuwangi, Ridho Woyo-woyo. 'Tarik Sis Semongko' ini berawal dari sebuah pentas dangdutan yang digelar kelompok pemuda Damlimo, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, yang menggandeng AA Jaya Event Organizer, Januari 2020.

"Wah, itu video 10 bulan lalu, mas. Memang sekarang viral di media sosial," ujarnya kepada detikcom.

Ridho mengaku jargon 'Tarik Sis, Semongko' merupakan bahasa Jawa yang mempunyai arti ajakan berjoget. Sementara itu, semongko adalah kepanjangan 'Semangato Sampek Bongko'. Arti dalam bahasa Indonesianya 'Semangatlah Sampai Mati'. Semongko bisa diartikan buah semangka.


"Tarik merupakan aba-aba yang biasa digunakan untuk dimulainya musik gendang, sedangkan semongko adalah semangka dalam bahasa Jawa. Namun, dalam AA Jaya, semongko juga bisa berarti lain, yaitu semangato sampe bongko (Semangatlah Sampai Mati)," lanjut Ridho.

Ridho kembali bercerita jika jargon 'Tarik Sis, Semongko' muncul saat dirinya kembali membangun mood crew musik dan penyanyi usai tawuran penonton. Hingga aksi pentas beberapa penyanyi dangdut dihentikan. Setelah melakukan lobby ke petugas keamanan, akhirnya pentas dangdut itu boleh dilanjutkan. Namun sayang, usai berhenti beberapa menit, mood crew musik dan penyanyi turun.

Jargon itu pun tujuannya juga hanya untuk menghibur masyarakat yang jenuh dengan adanya pandemi COVID-19 ini.

"Ini sebenarnya untuk membuat mood acara agar kembali pulih. Ndak taunya malah viral. Kembali lagi kita hanya untuk menghibur. Tidak lebih. Tidak ada royalti, adanya hanya bangga saja. Saya bangga pasti ada yang penting bisa menghibur masyarakat pada saat pandemi COVID-19 ini," tambahnya.

Diakui Ridho, banyak yang mengambil suaranya untuk lagu dan pengantar musik disko. Namun dirinya tak mempermasalahkan hal tersebut. Bahkan dirinya dituduh plagiat atas jargon yang hampir sama dengan grup musik dangdut lain.

"Alhamdulillah viral,tapi juga banyak yang menuduh saya plagiat," ujarnya.

Tak hanya netizen, tekan pemusik dan penyanyi juga sempat mengatakan dirinya plagiat. Sebab kalimat semongko dalam jargon 'Tarik Sis, Semongko' juga pernah digunakan oleh MC grup musik dangdut Serra. Bahkan menjadi jargon tersendiri saat grup tersebut tampil.

"Saya tidak mempermasalahkan saya dituduh plagiat. Tapi coba ada beberapa lagu cover yang viral dibandingkan dengan penyanyi awalnya. Apakah itu plagiat?" tanyanya.


"Ada lagi lagu mendiang Didi Kempot dengan jargon Cendol Dawet. Apakah bisa dikatakan plagiat?" imbuhnya.

Sementara Sis dalam jargon 'Tarik Sis, Semongko', merupakan nama mantan teman dekat penyanyi, Anggun Pramudita. Sebutan ini sebenarnya untuk menggoda penyanyi agar lebih bersemangat.

"Namanya Pak Sisyanto. Hanya becandaan saja," ujarnya.

Video 'Tarik Sis, Semongko', Anggun Pramudita - Bunga dari label Aneka Safari Musik sempat viral di YouTube. Lagu ini dikenalkan oleh Thomas Arya dan kekinian dipopulerkan kembali oleh Anggun Pramudita. Bahkan video itu menjadi viral, trending no 2 di Indonesia. Video yang diproseduri oleh AA Jaya ini hanya kalah dari video girl band Korea "Black Pink".(dtk)