Ini Kata Ulama dan Mitra Kerja Kasat Sabhara yang 'Dimaki' Kapolres Blitar

Ini Kata Ulama dan Mitra Kerja Kasat Sabhara yang 'Dimaki' Kapolres Blitar

Gelora Media
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Pengunduran diri Kasat Sabhara Polres Blitar AKP Agus Hendro Tri Warsono mengejutkan pihak-pihak yang selama ini bermitra dengannya. Mereka kaget jika sosok polisi seperti Agus Tri sampai nekad mundur dari instansi kepolisian.

Sebelum menjabat sebagai Kasat Sabhara Polres Blitar, Agus pernah menjabat sebagai Kapolsek Nglegok dan Kapolsek Sanankulon. Banyak pihak menilai, sosok Agus tepat jika ditugaskan di Nglegok. Kecamatan Nglegok yang merupakan sentra penambangan pasir di Blitar utara situasinya kondusif selama Agus berdinas di sana.

Hubungannya dengan para ulama untuk mengeliminir penyakit masyarakat dari dampak banyaknya tambang pasir, juga selaras dan bisa berjalan beriringan. Seperti yang disampaikan Ketua MBC NU Nglegok, Kiai Abdul Aziz yang menilai sosok Agus tepat jika ditugaskan di daerahnya.

"Sosok Pak Agus Tri itu kan ketua silat pencak dor. Posturnya juga tinggi besar. Jadi sangat cocok kalau ditugaskan di sini yang marak preman sejak ada tambang pasir itu. Beliau tegas kalau menghadapi preman. Dan ini yang membuat situasi di sini terjaga kondusifitasnya," ujar Kiai Aziz kepada detikcom, Jumat (2/10/2020).

Kiai Aziz mengatakan hubungan Agus dengan para ulama juga terjaga dengan baik. Tugas sebagai pengayom, penjaga, dan pelayan masyarakat bisa dijalankan dengan baik.

"Setiap ada kegiatan masyarakat itu yang datang bukan utusannya. Beliau langsung datang sendiri. Setahu saya gak pernah dengar ada masalah, baik dengan warga atau dengan preman tambangan. Dengan bosnya para penambang, juga gak pernah ada masalah itu walaupun bukan asli orang sini," imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan Camat Nglegok Aan Ernawanto. Walaupun tidak sampai satu tahun bermitra dengan kepolisian yang dipimpin Agus, Aan menilai sosok Agus merupakan rekan kerja yang sinerginya bagus.

"Secara pribadi Pak Agus Tri orangnya sopan. Menghargai saya selama menjabat camat, walaupun baru. Dan kami bisa bersinergi sebagai mitra dengan baik," kata Aan.

Setelah di Nglegok, Agus kemudian berpindah tugas sebagai Kapolsek Sanankulon. Camat Sanankulon, Dodot Darudono mengaku terkejut membaca pemberitaan di media terkait resign-nya mantan kapolseknya.

"Saya kaget....kok bisa orang selurus Pak Agus Tri sampai nekat mundur dari polisi. Sakjane masalah koyok opo (sebenarnya masalahnya apa)," ujar Dodot.

Setahu Dodot, karakter Agus bukan orang yang nekatan. Dodot menilai kinerja Agus Tri baik dalam melayani masyarakat saat menjabat sebagai kapolsek.

"Kalau gak baik kan gak mungkin dipindahkan ke Polres Blitar. Wes ngono ae," pungkas Dodot.(dtk)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita