Ini Deretan 5 Produk Laris Asal Prancis Diboikot di Sejumlah Negara Muslim
logo

31 Oktober 2020

Ini Deretan 5 Produk Laris Asal Prancis Diboikot di Sejumlah Negara Muslim

Ini Deretan 5 Produk Laris Asal Prancis Diboikot di Sejumlah Negara Muslim


GELORA.CO - Gerakan boikot produk asal Prancis ramai digaungkan di media sosial. Bukan cuma di Indonesia, sejumlah negara dengan mayoritas penduduk Muslim juga ramai-ramai melakukan pemboikotan ini.

Misalnya Turki, Yordania, Arab Saudi dan Kuwait. Negara-negara ini terang-terangan memboikot produk Prancis di yang beredar di masyarakat dalam negeri mereka.

Hal ini buntut dari pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron yang mengatakan kalau Islam adalah agama yang sedang berada dalam krisis. Macron mengaku bertekad akan melawan separatis Islam yang dianggap sebagai ancaman bagi komunitas Muslim di Paris.

Selain itu, Macron juga dikritik atas sikapnya yang tidak melarang penyebaran karikatur Nabi Muhammad SAW yang sempat menimbulkan kontroversi.

Menurut Macron, karikatur tersebut merupakan bentuk dari kebebasan dalam berekspresi. Pernyataan Macron pun sontak mendapat kecaman karena gambar Nabi Muhammad merupakan sesuatu yang dilarang keras dalam ajaran agama samawai ini.

Akibat pernyataan-pernyataan kontroversial Macron, gelombang boikot sejumlah produk asal Prancis kian hari semakin meluas. Sebuah organisasi besar di Turki bahkan mengeluarkan daftar produk asal Prancis yang diboikot di negara tersebut.

Tidak hanya di Turki, di Indonesia pun sama. Sejumlah netizen menyebut sejumlah produk dari pengusaha Prancis yang sekarang beredar di pasaran tanah air.

Berikut ini daftar produk Prancis yang diboikot di sejumlah negara, seperti dikutip dari suara.com.

1. Produk Kecantikan

Prancis terkenal dengan sejumlah produk kecantikan premiumnya. Akibat pernyataan Macron tentang Islam, sejumlah brand kecantikan asal Prancis, seperti L’Oreal, Garnier, Lancome, dan Yves Rocher beberapa waktu lalu sudah tidak dapat ditemukan di pusat perbelanjaan di Kuwait.

Di Yordania, display produk L’Oreal kini telah ditutupi kain lengkap dengan keterangan singkat yang berbunyi "Sebagai solidaritas dengan Nabi Muhammad SAW, semua produk Prancis telah diboikot". Produk-produk ini juga beredar luas di Indonesia.

2. Supermarket

Selain produk kecantikan, jaringan supermarket asal Prancis, Carrefour juga menjadi sasaran aksi boikot di sejumlah negara Timur Tengah, seperti Arab Saudi. Di negara tersebut, kampanye bagi konsumen untuk menjauh dari toko Carrefour sedang tren di media sosial.

Selain Arab Saudi, Carefour juga masuk ke dalam salah satu brand asal Prancis yang diboikot di Turki. Lagi lagi di Indonesia, produk ini juga diancam bakal diboikot sejumlah orang.

3. Produk Otomotif

Perusahaan produsen mobil Peugeot dan Renault juga terkena imbas aksi boikot produk Prancis di Turki. Padahal, Renault sendiri masuk dalam daftar mobil terlaris di negara tersebut.

Turki bahkan menjadi pasar terbesar ke delapan Renault dengan 49 ribu kendaraan yang terjual di semester pertama tahun ini. Apalagi Renault memiliki pusat produksi besar di Turki dengan kapasitas produksi tahunan yang hampir mencapai 400 ribu mobil.

4. Produk Makanan

Kementerian luar negeri Prancis mengatakan telah ada seruan untuk memboikot Produk makanan asal Prancis, seperti Kiri, President, La Vache Qui Rit, dan Kraft, di beberapa negara Timur Tengah. Di Qatar, perusahaan Wajbah Dairy mengumumkan untuk memboikot produk Prancis sampai pemberitahuan lebih lanjut.

Di Kuwait, dewan direksi Al-Naeem Cooperative Society juga memutuskan untuk menarik semua produk Prancis dari supermarket di negara tersebut.

5. Produk Fashion

Brand fashion house mewah asal Prancis juga terkena imbas pernyataan Macron tentang Islam. Brand seperti Cartier, Louis Vuitton, Chanel, Yves Saint Laurent, dan Dior juga termasuk daftar #boycottfranceproducts yang ramai diserukan di media sosial saat ini.

Beberapa pihak meyakini brand-brand mewah seperti ini juga mungkin akan mengalami dampak negatif jika sebagian besar ekspor mereka ke negara-negara mayoritas Muslim terhambat.

Bagaimana dengan Indonesia?

Gelombang boikot terkait produk Prancis di Indonesia juga menggema. Sejumlah tokoh dan pemuka agama ramai-ramai menyerukan agar presiden prancis meminta maaf jika tidak ingin produknya diboikot.

Di Indonesia, produk Prancis sendiri bisa dibilang banyak. Misalnya produk pesawat terbang Airbus. Banyak maskapai asal Indonesia yang mengoperasikan jenis pesawat ini.

Untuk produk makanan dan minuman, banyak jenis minuman beralkohol di datangkan dari sana. Lalu produk Danone dan Kraft. Dua perusahaan ini dikenal sebagai perusahaan asal Prancis. Danone memiliki banyak produk yang beredar di Masyarakat. Begitu juga dengan Kraft.

Produk Danone dan Kraft ini beredar luas di jaringan minimarket dan supermarket di masyarakat luas. Kemudian produk fesyen yang banyak dijual di Indonesia misalnya merek Louis Vuitton, Chanel, Hermes, Mont Blanch, Yves Saint Laurent. Ada juga merek fashion lainya seperti Lacoste, Pierre Cardin.[sc]