Dugaan Mau Pukul Panwascam Berujung Akhyar Dilaporkan
logo

30 Oktober 2020

Dugaan Mau Pukul Panwascam Berujung Akhyar Dilaporkan

Dugaan Mau Pukul Panwascam Berujung Akhyar Dilaporkan


GELORA.CO - Calon Wali Kota Medan Akhyar Nasution diterpa isu dirinya yang hendak memukul anggota panitia pengawas kecamatan (Panwascam). Akhyar juga dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu Medan (Bawaslu) Medan soal dugaan kasus tersebut.

Peristiwa tersebut diduga terjadi saat Akhyar menghadiri salah satu kegiatan di Medan Deli. Bawaslu Medan tidak menjelaskan kapan tepatnya peristiwa itu terjadi.

"Iya (diduga mau memukul Anggota Panwascam). Dia lagi di kegiatan di Medan Deli itu lah dia," ujar Anggota Bawaslu Medan, Taufiqurrohman Munthe, saat dimintai konfirmasi, Jumat (30/10/2020).



Laporan Akhyar yang diduga hendak memukul anggota Panwascam diproses oleh sentra penegakan hukum terpadu (Gakkumdu). Mengenai kasus itu, Taufiq belum mendengar detail kronologinya.

"Semalam itu laporan mereka sudah diantar ke Bawaslu Medan. Pastinya katanya gitu, mau dipukul, tapi kalau cerita pastinya nggak tahu," kata Taufiq.


"Laporan hasil pengawasannya sudah ke Bawaslu dan sudah kita limpahkan ke Gakkumdu," ujar Taufiq.

Atas laporan ini, Timses Akhyar memberikan pembelaan. Seperti apa?



Saat dimintai konfirmasi, Timses menyebut Akhyar tak mungkin sembarangan mau memukul orang. Sekretaris Timses Akhyar-Salman, Wasis Wiseso Pamungkas, mengatakan kejadian itu berawal saat Akhyar menghadiri salah satu acara di Medan Deli. Menurut Wasis, Akhyar hadir ke acara tersebut bukan untuk kampanye, melainkan acara keluarga.

"Itu pada dasarnya acara keluarga, arisan pejuang Legiman. Di situ hadir dari anak, cucu sampai cicit itu ada semua. Jadi bukan aktivitas kampanye sebetulnya. Jadi kan bukan hal yang harus dilaporkan ke pihak penyelenggara," kata Wasis, Jumat (30/10).


Pada saat itu, kata Wasis, ada anggota Panwas tingkat kelurahan yang hadir dan memberi teguran terkait kegiatan itu. Penyelenggara acara tak terima karena merasa acara yang digelar adalah acara keluarga.

"Ada panwas kelurahan memang datang ke sana memberikan teguran tentang beberapa hal yang dinilai pihak panitia, maupun keluarga besar ini terlalu mengada-ada. Seperti adanya anak-anak di bawah umur, itu anak-anak itu ya itu kan bagian dari keluarga itu. Memang kan acaranya acara keluarga, bukan bagian dari kampanye. Jadi, Pak Akhyar datang ke situ juga pakai sepeda motor kan, jadi bukan dalam rangka kampanye," beber Wasis.

Wasis menyebut pihak Panwas kelurahan memberi peringatan tertulis. Dia mengatakan Akhyar merasa terganggu karena acara yang dihadirinya bukan kampanye.


"Kehadiran itu cukup mengganggu dan tegurannya juga disampaikan dengan cara yang kurang komunikatif gitu. Sehingga pihak keluarga cukup terganggu," jelas Wasis.

Wasis mengatakan permasalahan sebenarnya bukan pada anggota Panwascam, namun Panwas tingkat kelurahan. Wasis juga menyebut acara itu tak ada di agenda Timses karena merupakan kegiatan pribadi Akhyar.

"Terjadi kesalahpahaman pahaman. Itu saya dengar juga panitia dipanggil ke Panwascam. Ada beberapa tuduhan yang disampaikan ke dia sebagai terperiksa, cuman ketika dikonfrontir satu per satu masalahnya, itu masalahnya dicoret sama Panwascam-nya itu. Menurut keterangan pihak keluarganya itu. Udah diklarifikasi itu bukan pelanggaran, gitu. Itu menurut keterangan pihak keluarga, kami kan juga panggil mereka ke Sekber," ujar Wasis.

Timses meyakini Akhyar tak mungkin mau memukul pihak Panwas. Menurutnya, Akhyar orang yang mengerti hukum.

"Nggak mungkin dia mau memukul orang sembarangan. Itu mungkin ekspresi kekesalan aja, karena merasa terganggu acara keluarga sampai diperingati segitunya," jelas Wasis.

Ini bukan kali pertama Akhyar dilaporkan ke Bawaslu Medan. Sebelumnya, Akhyar dilaporkan atas dugaan kampanye di rumah tahfiz atau fasilitas pendidikan. Bagaimana duduk perkaranya?


Ini bermula dari laporan warga bernama Hasan Basri Sinaga yang melaporkan dugaan pelanggaran kampanye oleh Akhyar ke Bawaslu Medan. Dia menyebut ada dugaan Akhyar melakukan kampanye di fasilitas pendidikan.

Hasan menyebut melihat Akhyar hadir di rumah tahfiz di Jalan Persamaan. Namun dia tak menyebutkan detail apa yang disampaikan Akhyar di lokasi itu.

"Ya hanya dipertanyakan dari mana, siapa tahu lihat sendiri atau gimana ya. Apa yang saya lihat ya itulah yang saya bicarakan, yang saya tengok di Facebook," kata Hasan Basri Sinaga di Bawaslu Medan, Selasa (20/10).


Akhyar yang duduk sebagai terlapor pun memenuhi panggilan Bawaslu Medan. Akhyar kemudian dimintai klarifikasi terkait dugaan adanya pelanggaran kampanye saat mendatangi rumah tahfiz.

"Dalam rangka klarifikasi ada pengaduan dari masyarakat namanya Hasan Basri Sinaga. Benar, pada tanggal 14 kalau nggak salah, saya ada kegiatan di Dipora, sebuah komunitas masyarakat, singkatan dari Di Bawah Pohon Roda," kata Akhyar, Rabu (21/10).


Akhyar menyebutkan jalan menuju fasilitas pendidikan itu sempit dan saat itu terjadi hujan deras. Sesudah itu, kata Akhyar, dirinya mengucapkan terima kasih karena bapak-ibu sudah menyelamatkan anak-anak dari sisi akidah dan ibadah.

"Sampai sana saya tengok banyak anak-anak, santri-santri tahfiz, di sana saya sampaikan kepada beberapa orang tua yang hadir, 'Bapak-Ibu, terima kasih sudah mengirim dan menyekolahkan anaknya di sini'," sebut Akhyar.

"Dan anak-anak jadi hafal Al-Qur'an. Untuk itu, saya ucapkan terima kasih. Ini saja yang saya ucapkan dan saya lakukan," tambahnya.(dtk)