Dokter Gedung Putih: Virus Corona Dalam Tubuh Donald Trump Tidak Lagi Menular

Dokter Gedung Putih: Virus Corona Dalam Tubuh Donald Trump Tidak Lagi Menular

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Virus corona yang berada dalam tubuh Presiden Amerika Serikat (AS) diklaim sudah tidak lagi dapat menular pada orang lain.

Begitu isi memo dari Dokter Gedung Putih, Dr. Sean Conley yang dirilis pada Sabtu malam (10/10) waktu setempat, ketika Trump tengah bersiap untuk melanjutkan kegiatan kampanyenya pada pekan ini.

"Malam ini saya dengan senang hati melaporkan bahwa selain Presiden memenuhi kriteria CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) untuk penghentian isolasi yang aman, sampel PCR Covid pagi ini menunjukkan, dengan standar yang diakui saat ini, ia tidak lagi dianggap sebagai risiko penularan kepada orang lain," kata Conley dalam memo yang dikutip AFP.

Conley mengatakan, Trump yang telah positif terinfeksi Covid-19 pada Jumat (2/10) telah bebas dari demam selama lebih dari 24 jam terakhir dengan semua gejala yang sempat dirasakannya membaik.

"Bermacam-macam tes diagnostik lanjutan yang diperoleh mengungkapkan tidak ada lagi bukti virus yang bereplikasi secara aktif," terang Conley.

"Selain itu, pengujian berurutan menunjukkan penurunan viral load yang berhubungan dengan peningkatan waktu ambang batas siklus, serta penurunan mRNA subgenomik yang sekarang tidak terdeteksi," sambung dia.

Meski begitu, beberapa ahli mengaku skeptis pada penggambaran tes diagnostik Trump, yang tidak secara eksplisit menyebutkan bahwa sang presiden telah "Negatif" dari virus corona.

Ahli mikrobiologi klinis di University of Southern California, Susan Butler-Wu menyebut, mRNA subgenomik yang disebutkan Conley adalah bagian dari virus yang dapat dideteksi dengan teknik laboratorium dan menunjukkan adanya virus yang bereplikasi secara aktif.

Dokter penyakit menular di California, Dr. Krutika Kuppalli juga mengatakan, untuk usia dan berat badan Trump, kondisi Covid-19 akan sangat berisiko.

Walaupun neggunaan steroid dapat menekan sistem kekebalan, namun tubuh Trump akan lebih rentan terhadap infeksi lain.

"Saya kira dia tidak akan keluar dari 'hutan' secara pasti. Saya akan tetap berhati-hati dengan orang seperti dia," kata Kuppalli.

Trump dijadwalkan akan kembali melakukan kampanye pada Senin (12/10). Sebelumnya, Trump muncul di balkon Gedung Putih selama hampir 20 menit di depan kerumunan beberapa ratus orang.[rmol]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita