Dihadang Dandim, Gatot: Sepanjang Saya Jadi Tentara, di TMP Tidak Pernah Banyak TNI dan Polisi

Dihadang Dandim, Gatot: Sepanjang Saya Jadi Tentara, di TMP Tidak Pernah Banyak TNI dan Polisi

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO -  Mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) TNI Gatot Nurmantyo mengaku heran banyaknya anggota TNI dan Polri yang berjaga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, saat dia berziarah, Rabu (30/9).

Keheranan itu disampaikan Gatot saat diwawancarai salah satu stasiun televisi, Kamis (1/10). Gatot awalnya menceritakan bagaimana dia bisa hadir di TMP Kalibata tersebut.

Kehadiran salah satu Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) ini di sana merupakan atas undangan dari Ketua Purnawirawan Pengawal Kedaulatan Negara (PPKN), Letjen (Purn) TNI Suharto.

Gatot pun akhirnya datang bersama dengan rekannya di Presidium KAMI Prof. Rochmat Wahab. Mereka ikut bersama-sama ziarah terpimpin sebagai penghormatan dan mendoakan kepada para pahlawan. Ziarah terpimpin adalah tradisi militer dalam memperingati G30S/PKI.

"Saya perlu jelaskan dulu bahwa saya hadir di sana atas undangan Letjen (Purn) TNI Suharto sebagai ketua PPKN. Beliau datang ke saya minta saya jadi Irup, saya bilang pak saya jangan Irup, saya peserta upacara saja karena bapak sebagai pimpinan PPKN. Jadi saya ke sana, saya hanya datang berdua dengan Prof. Wahab untuk ikut bersama-sama karena akan diadakan ziarah terpimpin," ujar Gatot Nurmantyo.

Namun, pada saat tiba di TMP Kalibata, Gatot mengaku heran lantaran banyaknya anggota TNI dan Polri yang berjaga. Hal itu tidak pernah dia lihat selama menjadi prajurit.

"Dan pada saat saya ke sana, sudah banyak orang, saya pun bingung karena sepanjang saya menjadi tentara, sudah berapa puluh kali mungkin saya ikut upacara dan lain sebagainya di Taman Makam Pahlawan tidak pernah banyak tentara dan polisi. Kok banyak tentara dan polisi?" kata Gatot heran.

Gatot melanjutkan, pada saat persiapan masuk bersama-sama dengan Letjen (Purn) TNI Suharto, Gatot mengaku ditahan oleh Dandim Jakarta Selatan, Kolonel Inf Ucu Yustia.

"Saya tanya kenapa seperti ini? 'Gak bisa'. Loh saya bilang kami ini akan ziarah ke Taman Makam Pahlawan khususnya pahlawan revolusi. Kamu sebagai prajurit punya sumpah prajurit dan sapta marga dan Taman Makam Pahlawan ini kamu bertanggungjawab pada Tuhan Yang Maha Esa. Akhirnya Dandim jawab bilang, 'Pak bisanya 30 orang (maksimal peziarah di tengah Covid-19), karena Pangdam juga 30'. Tidak apa-apa, setelah saya cek kemarin ternyata lebih dari 30 juga, tapi tidak apa-apa lah," jelas Gatot. []
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita