Demo Tolak UU Cipta Kerja di Patung Kuda Jakpus, Massa Sempat Ricuh
logo

27 Oktober 2020

Demo Tolak UU Cipta Kerja di Patung Kuda Jakpus, Massa Sempat Ricuh

Demo Tolak UU Cipta Kerja di Patung Kuda Jakpus, Massa Sempat Ricuh


GELORA.CO - Sejumlah massa menggelar aksi unjuk rasa menolak omnibus law UU Cipta Kerja di sekitar Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat (Jakpus). Massa aksi sempat ricuh.

Pantauan detikcom, Selasa (27/10/2020), pukul 14.22 WIB, sekelompok massa dari Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) melakukan unjuk rasa di dekat pintu masuk Monas, tepatnya di dekat Patung Kuda, untuk menolak UU Cipta Kerja. Dalam aksi ini, massa membawa bendera, spanduk, dan satu mobil komando.

Polisi melakukan pengamanan aksi ini. Lalu lintas di sekitar Patung Kuda pun lancar.

Baca juga:
Polda Metro Tangkap 10 Admin-Kreator Grup Medsos Perusuh Demo Omnibus Law
Orator bergantian menyampaikan orasi dari atas mobil komando. Namun, tak lama kemudian, terjadi kericuhan.

Sejumlah massa aksi dan anggota polisi terlibat dorong-dorongan. Tak berselang lama, massa dan polisi saling memukul dan menendang.

Belum diketahui alasan maupun penyebab kericuhan ini. Beberapa personel polisi dan massa lainnya berusaha melerai.


Massa dan polisi juga saling berdebat. Namun keributan ini tak berlangsung lama usai ditenangkan beberapa orang. Tidak terlihat ada yang diamankan dari keributan ini.

Ketua Umum LMND, yang juga korlap aksi, Muhammad Asrul mengatakan keributan terjadi karena aparat menghalangi massa untuk menuju Istana Kepresidenan. Dia menjelaskan massa ingin mendekat ke Istana Kepresidenan untuk berunjuk rasa.


"Kita rencana (demo), titik kumpul di Patung Kuda. Kita mau aksi di depan Istana. Mereka menghalangi, tidak membolehkan kami, massa aksi ini, menuju titik Istana. Alasannya karena di Istana nggak lagi pengamanan menuju aksi tanggal 28 (Oktober)," kata Asrul.

"Makanya beberapa massa aksi kita mencoba membuka jalan, sedangkan kita sudah melewati jalur-jalur diplomasi, diskusi sama komandan pihak keamanan. Cuma mereka bersikukuh tetap nggak membolehkan menuju titik aksi kita di Istana. Makanya tadi, kami memaksa sedikit dan pihak kepolisian juga represif terhadap massa aksi. Karena tadi anggota kami dipukulin, dan mendapatkan tendangan," lanjutnya.



Asrul menambahkan tidak ada rekannya yang diamankan dari keributan ini. Rekannya yang sempat ingin dibawa aparat, kata dia, berhasil ditarik kembali oleh massa.

"Nggak, nggak ada (yang diamankan). Sempat mau dibawa, tapi dilepasin. Tadi mau dibawa (rekan), saling menguatkan lah, tarik menarik gitu," ucapnya.


Usai keributan ini, polisi kembali melakukan penjagaan. Massa pun kembali ke barisannya untuk berunjuk rasa. Orator juga kembali melanjutkan orasi dari atas mobil komando.

Sekitar pukul 15.25 WIB, hujan turun di sekitar Patung Kuda dan aksi pun selesai. Massa membubarkan diri dan segera menaiki angkot untuk pulang.(dtk)