Beredar Brosur Ajakan Rusuh di Bali, "Serang, Hancurkan, Jarah dan Bakar!"
logo

22 Oktober 2020

Beredar Brosur Ajakan Rusuh di Bali, "Serang, Hancurkan, Jarah dan Bakar!"

Beredar Brosur Ajakan Rusuh di Bali, "Serang, Hancurkan, Jarah dan Bakar!"


GELORA.CO - Brosur menolak Omnibus Law ditemukan tertempel pada tiang listrik di depan Kantor Demokrat, Jalan Ir Juanda, Renon, Kota Denpasar, Bali, Rabu (21/10). Brosur itu isinya provokatif. 

"Aksi Nasional, bergerak bersama Batalkan Omnibus Law, BEM bersama rakyat Bali bergerak. Mari kita kumpul untuk melakukan aksi unjuk rasa terhadap pemerintah. Serang, hancurkan, jarah dan bakar, #Balitidakdiam #mositidakpercaya," demikian isi brosur tersebut. 

Menanggapi hal ini, Ketua DPD Demokrat Bali Made Mudarta mengaku telah mendapatkan informasi hal tersebut. Dia akan mengecek orang yang menempel brosur tersebut.  

"Mudah-mudahan ada di CCTV di sebelah agar kita ketahui siapa yang memasang itu. Kita kan harus jaga kondusivitas ya, " kata dia saat dihubungi.  

Dia belum mengetahui secara jelas isi brosur tersebut. Namun, dia akan meminta petugas partai untuk mencabut atau merobek brosur tersebut. 

Pantauan sekitar pukul 14.30 WITA, brosur tersebut telah dicabut. 

"Saya baru terima informasi. Saya sudah minta untuk dicabut dan sobek jangan sampai ada orang baca. Orang tidak paham tiba -tiba aksi kan repot kita," kata Mudarta. 

Demokrat juga belum berencana melaporkan kasus ini ke pihak polisi. Dia masih mengecek lokasi penempelan brosur tersebut. 

"Belum (ke polisi), kalau ada orang tidak bertanggung jawab harus Kuta seret ke arah hukum. Apakah hanya disitu apa ditempat lain  Kita belum tahu. Saya akan cari info apa hanya disitu apa tempat lain. Kita belum baca isinya itu apa. Kalau kita tanggapi yang belum kita pahami kita kan sulit," kata dia. 

Sementara itu, Jubir aksi Bali Tidak Diam Abror Torik Tanjilla membantah para peserta aksi Bali Tidak Diam telah menempel brosur tersebut. Pihaknya akan segera membuat pernyataan terkait hal tersebut. 

"Bukan dari aliansi kami. Ini dibuat sama oknum yang mengatasnamakan Bali Tidak Diam. Kami akan berikan klarifikasi," kata dia. (*)