Anggota PP Muhammadiyah Usul MUI Buat Fatwa Haram Komunisme

Anggota PP Muhammadiyah Usul MUI Buat Fatwa Haram Komunisme

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO -  Wakil Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah Fahmi Salim Zubair meminta Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk menerbitkan fatwa haram komunisme untuk membentengi negara dari ancaman paham dan gerakan komunisme.

"Saya minta, MUI keluarkan fatwa haram komunisme. Kita belum punya fatwa haram komunisme," kata Fahmi saat menjadi salah satu pembicara dalam Diskusi Bertajuk Doa dan Harapan Untuk Negeri yang juga menghadirikan Mantan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dan disiarkan secara daring, Sabtu (3/10).

Melawan suatu paham, kata Fahmi, tidak hanya perlu dilakukan berdasarkan peraturan perundang-undangan, tetapi juga lewat unsur agama. Salah satunya dengan fatwa haram MUI.

Tak hanya cukup dengan TAP MPR, atau melalui Undang-undang Nomor 27 tahun 1999. Menurutnya, perlu ada payung agama yang tersedia untuk memperkokoh larangan komunisme di Indonesia.

"Karena menghadapi komunisme tidak hanya cukup TAP MPR. Harus ada payung agama yang kokoh," kata dia.

Fahmi juga menyarankan agar pemerintah membentuk beberapa gugus tugas yang bisa memberi berbagai rekomendasi di bidangnya. Misalnya gugus tugas agama, gugus tugas pendidikan, serta gugus tugas milenial.

Gugus tugas agama dibentuk untuk memberi rekomendasi dan pemahaman sekitar isu agama di Indonesia. Sementara gugas tugas pendidikan sendiri kata Fahmi bisa memberi sejumlah rekomendasi berkaitan dengan revisi kurikulum dan bagaimana perjuangan bangsa dan perjuangan islam dipelajari di bangku pendidikan.

Gugus tugas ini juga perlu dibentuk guna memperkokoh bangsa dari ancaman komunisme.

"Bentuk tugas pendidikan, bagaimana kita ajukan revisi kurikulum sejarah, pendidikan mendudukkan pancasila, mendudukkan islam, perjuangan umat, perjuangan bangsa, supaya apa. Kita punya benteng dari rongrongan komunisme," kata dia.

Terkait gugus tugas milenial, Fahmi menyebut saat ini anak muda memang harus dibentengi dengan nilai-nilai agama dan budi pekerti yang luhur. Maka gugus tugas milenial dirasa penting dibentuk untuk memberi pemahaman terkait budi pekerti dan nilai agama kepada kaum muda ini.

"Milenial ini harus dikawal oleh dua, agama dan budi pekerti," kata dia.[]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita