7 Pengakuan Eks Wakapolres Takalar Bantah Tuduhan Cab*li Wanita Pemohon SIM

7 Pengakuan Eks Wakapolres Takalar Bantah Tuduhan Cab*li Wanita Pemohon SIM

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Eks Wakakapolres Takalar, Kompol N, dicopot dari jabatannya usai dituduh mencabuli seorang pemohon SIM, wanita berinisial A. Kompol N membantah tuduhan tersebut dan menegaskan tidak pernah melakukan pencabulan.

Kasus ini bermula saat seorang wanita inisial A yang mengaku sebagai korban melaporkan Kompol N ke Polda Sulsel karena telah berbuat cabul kepadanya. Polda Sulsel yang menerima laporan tersebut langsung melakukan penyelidikan untuk membuktikan kebenaran laporan tersebut, namun terkendala saksi di lapangan.

"Jadi memang sudah ada laporan (Wakapolres Takalar diduga lecehkan warga), yang kita terima. Namun dari laporan ini kita kan harus mendudukkan fakta-fakta dan kebenaran kejadiannya," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo saat ditemui detikcom di kantornya, Jalan Perintis Kemerdekaan, Senin (12/10/2020).

Ibrahim menegaskan pihaknya baru menerima laporan tersebut sepihak atau dari warga yang mengaku korban. Polda Sulsel selanjutnya masih akan memeriksa sejumlah saksi. Namun, menurut pelapor, saat kejadian tidak ada saksi yang melihat perbuatan terlapor.

"Kita punya kendala, karena kejadian itu seperti yang disampaikan oleh pelapor, bahwa saat kejadian tidak ada saksinya," ujarnya.

Usai kasus in mencuat, Kompol N langsung memberikan bantahan. Berikut 7 pengakuan Kompol N yang membantah telah mencabuli wanita inisial A:

1. Wanita Inisial A Telepon Kompol N untuk Bertemu di Ruang Kerja

Kompol N mengatakan tudingan tersebut bermula saat dirinya tengah di ruangannya di Polres Takalar, Sulawesi Selatan, pada Jumat (2/10) lalu. Saat itu, dia mengaku menerima telepon dari seorang wanita.

"Dia menelepon tentang keberadaan saya, dia tanya; 'lagi di mana ki?', saya sebelum menjawab tentang pertanyaan itu saya tanya balik dulu, ini dengan siapa? (dijawab) 'saya dengan A'," ujar Kompol N dalam rekaman suara yang dikirim Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo kepada detikcom, Kamis (15/10/2020).

Dalam rekaman itu, versi Kompol N, wanita tersebut meneleponnya karena sedang berada di Polres Takalar mengurus SIM A serta SIM C. Menurutnya, selayaknya warga lain yang hendak menemui dirinya, dia mempersilakan A menemuinya di ruangan perihal pertanyaan seputar pengurusan SIM.

"Masa saya bilang tidak bisa (ke ruangan/kantor) nah saya selaku pelayan masyarakat, dan bukan hanya dia yang minta ke ruangan. Otomatis saya, siapa pun yang minta ke ruangan apalagi dia sudah sejak sebutkan sejak awal bahwa tujuan dia itu dia mau ambil SIM," ujarnya.

Selang berapa waktu, masih versi Kompol N, A kemudian datang menemuinya di ruangannya dan bertanya soal biaya pengurusan SIM A dan C.

"Saya bilang, kalau berbicara biaya (pengurusan SIM) saya takut salah, jangan sampai saya bilang sekian nanti ternyata kurang atau lebih. Jadi begini, untuk pastinya kita (anda) lebih baik langsung ke ruangan SIM. Jadi dia jawabannya pada saat itu, 'Iya nanti saya ke situ, karena saya ini hanya sekedar tanya-tanya'," jelasnya.

2. Wanita Inisial A Puji Ketampanan Kompol N

Kompol N mengungkapkan, usai wanita A bertanya seputar SIM, A tidak langsung pergi meninggalkan. A, versi Kompol N, bertanya panjang lebar seputar tugasnya di kepolisian, termasuk Kompol N yang merupakan orang Takalar dan mendapat tugas di Takalar. Menurut Kompol N, A memuji ketampananannya.

"Dia bilang pasti banyak cewek Ta' di Makassar karena kita orang gagah, saya saja gagah ki kulihat," kata Kompol N meniru ucapan A kepadanya.

3. Wanita Inisial A Berdiri Dekati Kompol N

Setelah memuji ketampanan itu, kata Kompol N, A berdiri dari tempat duduk dan mendekatinya. Kompol N mengaku kaget atas sikap A tersebut. Kompol N mengaku juga sempat menegur A untuk tidak mendekat.

"Saya bilang, 'kenapa tadi kita (kamu) bilang mau urus SIM sekarang kenapa jadinya seperti ini?' Sambil dia peluk saya dia bilang duduk mi dulu. Sambil dia mau megang saya punya kelamin saya langsung saya tepis tangannya," ujarnya.

Masih versi Kompol N, usai menepis perbuatan tak senonoh tersebut, A langsung menuju toilet yang ada di dalam ruangan itu. Setelah beberapa lama menunggu, Kompol N mengaku menghampiri A di toilet dan memintanya untuk segera pergi.

"Waktu dari WC saya persilakan dia pulang, sebelum dia pulang sempat dia katakan ke saya, 'bagaimana kita ketemu besok di Makassar'" ucapnya.

4. Kompol N Tolak Ajakan Wanita Inisial A Bertemu di Makassar

Kompol N mengaku menolak ajakan A untuk bertemu di Makassar. Sebab, Kompol N menduga ada niat buruk.

Namun, selang beberapa hari kemudian, Kompol N melanjutkan, dia dilaporkan ke Propam Polda Sulsel atas dugaan mencabuli seorang wanita yang tengah mengurus SIM. Kompol N membantah semua tuduhan tersebut.

"Kesimpulan saya atas apa yang beredar di medsos, kalau ada bukti jelas saya akan tanggung jawab. Cuma saya juga perlu juga bicara, bahwa itu hal yang dituduhkan saya, bahwa saya paksa untuk isap saya punya kelamin itu tidak betul. Kemudian pengakuan dia bahwa saya kunci pintu dan matikan lampu itu tidak betul," ucapnya.

5. Usai Tuduhan Pencabulan Mencuat, Kompol N Utus Paman ke Keluarga A

Kompol N mengaku tertekan atas tuduhan mencabuli seorang pemohon SIM wanita berinisial A. Kompol N mengaku nama baiknya dicemarkan.

"Karena saya ini di medsos aduh bukan main (tuduhan mencabuli A), saya sangat dicemarkan nama baik saya, saya pingin saja mati rasanya dikasih begitu," ujar Kompol N dalam rekaman yang dikirim Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Ibrahim Tompo kepada detikcom, Kamis (15/10/2020).

Dengan adanya laporan mencabuli A, Kompol N meminta pamannya melakukan komunikasi ke keluarga A. Menurut Kompol N, dia ingin mengetahui maksud A.

"Beberapa hari yang lalu dia didatangi sama saya punya keluarga, om saya, dia datang ke rumah saudaranya'," ujar Kompol N.

6. Keluarga Wanita Inisial A Minta Uang Damai Rp 200 Juta ke Kompol N

Kompol N mengaku wanita inisial A yang melaporkannya dengan tuduhan pelecehan seksual sempat meminta uang damai Rp 200 juta. Namun uang itu tak diberikan Kompol N.

Menurut Kompol N, keluarga atau kakak wanita A meminta uang damai Rp 200 juta. Masih menurut pengakuan Kompol N, jika uang tersebut diberikan, A tidak akan lagi mempermasalahkan laporan pencabulan terhadap dirinya.

"Saudaranya itu dia bilang, 'Yang penting bagi Rp 200 juta, ini jam, ini detik ini ada, adik saya itu dia akan damai dan tidak akan mempermasalahkan'," ujar Kompol N.

"Belum (saya kasih Rp 200 juta) karena saya tidak mampu," imbuhnya.

7. Kompol N Bantah Narasi Pencabulan dari Wanita A

Kompol N mengaku tidak mungkin melakukan perbuatan cabul saat menerima A di kantornya di Polres Takalar pada Jumat (2/10) lalu. Sebab, menurutnya, kantornya merupakan tempat umum dan banyak yang berkunjung.

"Jadi itu (melakukan pencabulan) hal-hal yang sangat tidak mungkin karena betapa beraninya saya mau begitu, nah ini ruangan saya tempat orang keluar masuk, apalagi di depan ruangan saya ada CCTV," katanya.

Kompol N, yang sudah dicopot dari Wakapolres Takalar akibat kasus ini, lantas menepis beberapa tuduhan wanita berinisial A.

"Kemudian ada juga pengakuannya bahwa saya suruh angkat celananya, sementara dia itu hari pakai semacam gamis bajunya," tegasnya.

"Karena saya terlalu dipojokkan, kalau begitu saya perlu bicara, bahwa itu hal yang dituduhkan bahwa mengenai pengakuan dia saya paksa untuk isap saya punya kelamin itu tidak betul. Kemudian pengakuan dia di ruangan saya kunci pintu dan matikan lampu itu tidak betul, kemudian pengakuan yang bilang saya suruh angkat celananya itu tidak betul," tambahnya.[dtk]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita