Viral Cawabup Pohuwanto Gorontalo Gelar Konser Deklarasi, Gerindra Evaluasi -->
logo

7 September 2020

Viral Cawabup Pohuwanto Gorontalo Gelar Konser Deklarasi, Gerindra Evaluasi

Viral Cawabup Pohuwanto Gorontalo Gelar Konser Deklarasi, Gerindra Evaluasi

GELORA.CO - Sebuah video menunjukkan kerumunan orang yang disebut-sebut sebagai massa salah satu pasangan calon dalam pemilihan bupati (pilbup) Pohuwanto, Gorontalo. Video itu viral di media sosial. Partai Gerindra sebagai salah satu partai pengusung akan melakukan evaluasi terhadap paslon tersebut.
Dilihat detikcom, Senin (7/9/2020), video itu diunggah salah satu pengguna Twitter @Irwan2yah. Dalam video yang beredar terlihat kerumunan massa mengelilingi panggung di sebuah lapangan. Ada seorang wanita berdiri di atas panggung menyapa khalayak.

Warga yang memenuhi lapangan tampak berjubel dan saling berdesakan. Tidak ada jaga jarak, bahkan ada warga yang datang tidak memakai masker.

Narasi yang menyertai video itu menyebut kerumunan itu terjadi dalam acara konser yang diadakan pasangan calon bupati dan wakil bupati Pohuwanto, Saiful A Mbungia-Suharsi Igirisa (SMS). Diketahui, paslon itu diusung Partai Gerindra dan PPP di Pilbup Pohuwanto, Gorontalo.

Juru bicara Partai Gerinda, Habiburokhman, mengaku pihaknya telah memperingatkan pasangan calon yang diusung untuk tidak membuat kerumunan. Gerindra menyesalkan dan akan mengevaluasi kejadian di Pohuwanto.

"Kami sangat menyesalkan kejadian tersebut. Sebenarnya kami sudah ingatkan kepada semua DPD dan DPC agar paslon tidak buat keramaian," kata Habiburokhman saat dihubungi, hari ini.

"Untuk Pohuwanto kami akan evaluasi," imbuhnya.

Habiburokhman meminta pasangan calon yang diusung Gerindra memaksakan membuat kerumunan dan berpotensi menularkan virus Corona (COVID-19) di masyarakat. Ia juga mengungkap sudah banyak daerah yang mulanya akan menggelar kerumunan yang berhasil dicegah.

"Jangan sampai mau show of force tapi malah buat rakyat kena COVID-19. Banyak daerah yang tadinya mau ramai-ramai tapi berhasil kami cegah. Contohnya Sumbar, pendaftaran kami majukan setelah ada info puluhan ribu orang akan hadir pada tanggal pendaftaran yang sudah ditetapkan," jelasnya.(rmol)