Ragukan IDI Soal 100-an Dokter Gugur, Rahmad Handoyo: Yang Saya Dapat Ada 30

Ragukan IDI Soal 100-an Dokter Gugur, Rahmad Handoyo: Yang Saya Dapat Ada 30

Gelora Media
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Data Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terkait jumlah tenaga kesehatan yang gugur dalam menangani pasien Covid-19 dipertanyakan.

Menurut anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo, klaim 100-an dokter yang meninggal berbeda dengan data yang dimilikinya dari Kementerian Kesehatan.

"Saya hanya ingin tanya, data dari IDI itu dari mana? Sedangkan saya dapat data dokter yang gugur itu adalah 30 (orang),” ujar anggota Komisi IX DPR RI, Rahmad Handoyo kepada Kantor Berita Politik RMOL, Senin (7/9).

Legislator PDIP ini pun merasa prihatin dengan IDI lantaran tidak sinkron dengan Kementerian Kesehatan soal data gugurnya dokter di Indonesia dalam penangan pandemi Covid-19.

“Ini sungguh memprihatinkan, saya berharap IDI sebuah lembaga organisasi Ikatan Dokter seluruh Indonesia memegang teguh amanah dalam rangka memperjuangkan aspirasi maupun suara dari dokter,” katanya.

Secara tegas, Rahmad mempertanyakan rilis yang dikeluarkan IDI tersebut dan meminta IDI membuktikan 100-an dokter yang meninggal dunia akibat penanganan Covid-19.

“Saya bertanya, apa motivasi merilis catatan dokter yang telah gugur menangani Covid-19 itu 100? Datanya dari mana? Mudah-mudahan ini salah," jelasnya.

Dia berharap agar IDI mau bekerja sama dengan Kemenkes agar data yang dikeluarkan tidak membuat bingung masyarakat.

“Saya berharap kritikan keras ini dicek and recheck, kerja sama dengan Kemenkes, kerja sama dengan pemerintah, bahu-membahu saling melengkapi mana yang belum sempurna kita sempurnakan, bukan merilis tanpa koordinasi Kemenkes,” tandasnya. (Rmol)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita