Radar TNI Rekam Kemunculan 200 Kapal Perang Asing di Selat Malaka -->
logo

22 September 2020

Radar TNI Rekam Kemunculan 200 Kapal Perang Asing di Selat Malaka

Radar TNI Rekam Kemunculan 200 Kapal Perang Asing di Selat Malaka

GELORA.CO - Ada sebuah fakta data penting terkait posisi Indonesia, sebagai salah satu negara pemilik sebagian wilayah maritim di jalur bisnis terpadat di dunia, Selat Malaka.

Berdasarkan data terbaru yang disiarkan Gugus Keamanan Lalu Komando Armada I yang dilansir VIVA Militer, Selasa 22 September 2020 dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut.

Ternyata dari pengawasan Pusat Komando Pengendali Koarmada I, sepanjang tahun 2020 ini, tercatat lebih dari 37 ribu kapal dari berbagai negara yang telah melintas di Selat Malaka.

Tercatat 37.334 kapal merupakan jenis niaga yang terbagi lagi dalam beberapa jenis, yakni 16.943 kapal tanker, 13.592 kapal kargo, 2.844 kapal penumpang dan 3.955 tug/towing.

Nah, tak hanya kapal niaga saja, Koarmada I mencatat, telah ada sebanyak 221 kapal perang dari Angkatan Laut berbagai negara di dunia yang melintasi jalur sutera itu.

Dan yang terbaru, pada 19 September 2020, sekira pukul 13:45 WIB, di Selat Malaka muncul 2 kapal perang Jepang sekaligus.


Kapal perang Jepang itu terdeteksi kontak visual, radar dan AIS, oleh Kapal Perang RI, KRI Sutanto-377. Terdeteksi muncul pada posisi koordinat 03° 40,500' U - 100° 08,400' T. Kapal apakah itu?.

Pada AIS tercatat keterangan nama Kaga, jenisnya aircraft carrier alias kapal induk. Kapal itu berlayar dikawal kapal perang perusak JS Ikazuchi. Dalam komunikasi dengan KRI Sutanto-377, Kaga dan Ikazuchi melaksanakan hak lintas damai di Selat Malaka.

Untuk diketahui, Kaga yang muncul di Selat Malaka ini bukanlah Kapal Induk Kaga yang legendaris dalam penyerangan ke pangkalan marinir Amerika di Pearl Harbor lho. Sebab kapal induk Kaga yang dahulu itu sudah tenggelam di Pasifik.

Kapal induk Kaga kali ini ialah kapal induk helikopter yang baru dibuat pada 2010, dengan nama lengkap JS Kaga (DDH-184).

Di waktu yang sama, ternyata KRI Sutanto juga mendeteksi kemunculan tiga kapal perang lainnya, yakni dua kapal perang militer Australia, HMAS Hobart (DDG-39) dan HMAS Sirius (O-266). Lalu TNI juga merekam kemunculan kapal patroli Angkatan Laut Singapura, RSS Independence (15).[viva]