Putra DN Aidit Tantang Gatot Bikin Partai: Pengecut Banget, Mau Disebut Hebat tapi Bertarung Enggak Mau -->
logo

25 September 2020

Putra DN Aidit Tantang Gatot Bikin Partai: Pengecut Banget, Mau Disebut Hebat tapi Bertarung Enggak Mau

Putra DN Aidit Tantang Gatot Bikin Partai: Pengecut Banget, Mau Disebut Hebat tapi Bertarung Enggak Mau


GELORA.CO -  Ilham Aidit, putra keempat mendiang Ketua CC PKI DN Aidit menyoroti keberadaan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia yang dibentuk sejumlah tokoh seperti eks Panglima TNI Gatot Nurmantyo hingga eks Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin.

Sejumlah tokoh itu mengklaim membentuk KAMI karena isu PKI bangkit lagi. Terkait hal itu, Ilham Aidit justru menantang agar Gatot Cs lebih baik mendirikan sebuah partai. Bukan justru koar-koar ingin menyelamatkan Indonesia dari PKI persis menduplikasi propaganda rezim orde baru alias Orba di masa kepemimpinan Presiden Soeharto.

"Dan seandainya mereka mengatakan kami akan mengaspirasikan ya boleh-boleh aja. Tapi ambil aspirasi yang melalui jalur yang benar. Kalau mereka berani bikin lah partai dan bertarung di parlemen. Itu pengecut banget mau disebut hebat tapi bertarungnya enggak mau gitu loh," kata Ilham saat dihubungi Suara.com, Kamis (24/9/2020) kemarin.

Dia pun menganggap isu kebangkitan PKI gaya baru yang digulirkan Gatot Cs itu merupakan omong kosong. Sebab, menurut Ilham Aidit, paham komunisme sejati tidak lagi memiliki ruang di dunia pun termasuk di Indonesia.

Ilham Aidit pun menyoroti ihwal narasi Gatot yang kerap berkoar-koar ingin 'menyelamatkan' Indonesia. Dia justru menduga kalau Gatot dan kawan-kawannya yang tergabung di KAMI justru memiliki niatan politisi lain di balik koar-koarnya tersebut.

"Ini KAMI ini aliansi untuk menyelamatkan Indonesia. Kebayang nggak sih orang-orang yang mengatakan bahwa mereka akan menyelamatkan Indonesia hanya terdiri dari 30-40 orang. Padahal sebuah negara yang besar itu ketika harus selamat itu butuh sebuah lembaga, badan-badan, departemen yang mengatur itu semua. Jadi saya bilang ini omong kosong besar," kata Ilham Aidit. []