PSBB Jakarta Mulai 14 September, Restoran-Kafe Dilarang Dine In -->
logo

13 September 2020

PSBB Jakarta Mulai 14 September, Restoran-Kafe Dilarang Dine In

PSBB Jakarta Mulai 14 September, Restoran-Kafe Dilarang Dine In

GELORA.CO - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan Pergub No 88 Tahun 2020 mengenai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang akan kembali diterapkan di DKI Jakarta mulai 14 September 2020. Dalam aturan itu, restoran hingga kafe dilarang untuk melayani makan di tempat atau dine in.

"Beberapa tempat kegiatan yang bisa beroperasi tapi dengan kondisi tertentu, restoran, rumah makan, kafe, bisa beroperasi hanya dengan memberikan pengantaran atau ambil bawa pulang. Tetapi tidak diizinkan untuk menerima pengunjung untuk makan di tempat," kata Anies dalam jumpa pers yang disiarkan kanal YouTube Pemprov DKI Jakarta, Minggu (13/9/2020).

Anies mengatakan restoran hingga kafe di DKI Jakarta hanya diperbolehkan untuk melayani pesanan yang dibawa pulang atau pesan antar.

"Beroperasi bisa, tapi hanya untuk pesan antar atau bawa pulang," ujarnya.

Selain mengatur mengenai restoran, kapasitas rumah ibadah juga dibatasi. Anies mengatakan, rumah ibadah di permukiman warga maksimal hanya boleh menampun 50 persen dari kapasitas yang ada.

"Tempat ibadah di lingkungan pemukiman yang digunakan oleh warga ini dapat beroperasi dengan kapasitas 50%," kata Anies.

Namun, rumah ibadah yang dikunjungi berbagai komunitas dilarang untuk beroperasi. Hal yang sama juga berlaku untuk tempat ibadah yang berada di zona merah.

"Tempat ibadah yang dikunjungi peserta dari berbagai komunitas berbagai lokasi dan tempat ibadah di kampung-kampung kompleks yang zona merah itu tidak diizinkan untuk beroperasi. Jadi misalnya Masjid Raya harus ditutup dulu, tapi tempat ibadah di komunitas tetap bisa dijalankan," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menerbitkan peraturan gubernur (Pergub) Nomor 88 Tahun 2020. Dia menegaskan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akan berlaku mulai 14 September 2020.

"Peraturan Gubernur nomor 88 tahun 2020 ditetapkan hari ini 13 September, tentang perubahan peraturan gubernur nomor 33," ujar Anies dalam konferensi persnya, di Balai Kota, Minggu (13/9/2020).(dtk)