Politikus PAN 'Semprot' Massa yang Bubarkan Acara KAMI di Surabaya -->
logo

30 September 2020

Politikus PAN 'Semprot' Massa yang Bubarkan Acara KAMI di Surabaya

Politikus PAN 'Semprot' Massa yang Bubarkan Acara KAMI di Surabaya


GELORA.CO - Sekelompok massa yang mengatasnamakan Surabaya Adalah Kita melakukan penghadangan kepada peserta Silaturahmi Akbar Koalisi Aksi Masyarakat Indonesia (KAMI) yang akan memasuki Gedung Juang 45 Surabaya, Jawa Timur, Senin 28 September 2020 menyita perhatian publik.

Menanggapi hal itu, politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Guspardi Gaus merasa prihatin atas tindakan massa tersebut. Menurutnya, tindakan tersebut tidak patut dilakukan oleh siapa pun.

"Kita ini kan negara demokrasi. Berikan ruang dan waktu bagi siapa pun menyampaikan aspirasi untuk menyampaikan dan mengemukakan pendapat dan tindakan penghadangan ini menurut hemat saya kurang pas," kata Guspardi dalam siaran pers, Selasa (29/9).

Guspardi menjelaskan, tidak masalah jika ada pihak yang tidak sependapat dengan kegiatan yang dilaksanakan KAMI. Namun harus diingat bahwa menyampaikan pendapat, berorganisasi dan berkumpul dilindungi Undang-Undang.

"Harusnya aparat penegak hukum juga memberikan fasilitas untuk itu, jangan dilakukan pembiaran, terlepas kita setuju atau tidak setuju", kata anggota Komisi II DPR ini.

Massa berunjuk rasa di depan Gedung Juang 45 Jalan Mayjend Sungkono, Surabaya, Jawa Timur, Senin (28/9/2020).

Kegiatan yang digelar KAMI sendiri menurut Guspardi merupakan bagian dari demokrasi. Sehingga, sah-sah saja jika ada yang setuju atau tidak dengan gerakan mereka. Akan menjadi kacau, kata Guspardi, jika gerakan yang sah ditentang dengan cara-cara yang inkonstitusional.

"Saya berpendapat siapa pun orangnya, di mana pun dia apa pun yang dilakukannya selagi dilindungi undang-undang dan tidak bertentangan dengan aturan, tidak perlu kita respons negatif," kata legislator asal Sumatera Barat ini.

Sebelumnya, kehadiran Gatot Nurmantyo dalam acara pertemuan kader KAMI di Surabaya (28/9) diwarnai demonstrasi sekelompok orang. Mereka datang ke Graha Jabal Nur, Jalan Jambangan Kebon Agung Nomor 76 Surabaya berteriak-teriak dan melakukan intimidasi saat Gatot Nurmantyo menghadiri acara ramah tamah yang bersifat internal saat menggelar Silaturahmi Akbar KAMI.[tsc]