Jenderal Hardiono Rela Korbankan Jabatan Tinggi Demi Bela Anak Buah -->
logo

3 September 2020

Jenderal Hardiono Rela Korbankan Jabatan Tinggi Demi Bela Anak Buah

Jenderal Hardiono Rela Korbankan Jabatan Tinggi Demi Bela Anak Buah

GELORA.CO - Video wawancara Mantan Pangdam Diponegoro Mayor Jenderal TNI (Purn.) Hardiono Saroso viral di media sosial. Video itu berisi tentang sikap Hardiono yang rela berkorban demi anak buahnya. 

Video ini viral setelah pernyataan KSAD Jenderal Andika Perkasa yang memilih memecat prajurit di bawahnya jika terbukti melakukan perusakan Polsek Ciracas.

Dikutip dari akun @Indonesian_military45, Hardiono awalnya bercerita mengenai tugas sebagai seorang Pangdam Diponegoro, hingga ditanyakan mengenai kasus yang melibatkan anggota TNI yang merupakan anak buahnya langsung.

"Saya bangga dan hormat kepada 11 prajurit yang tengah diperiksa di POMAD. Kebanggaan saya adalah sebagai prajurit, saya pertaruhkan karier, pangkat dan jabatan saya untuk 11 prajurit itu. Itulah bentuk soliditas yang tidak bisa digoyahkan," ujar Hardiono dalam video tersebut.

Hardiono menambahkan, sebagai seorang pemimpin, dia sangat menyayangi semua anak buahnya tanpa kecuali. "Saya sayang sekali sama anggota. Prajurit mati untuk pemimpin, pemimpin mati untuk prajurit," kata dia dengan nada semangat.

Sebelumnya diberitakan, KSAD Jenderal Andika Perkasa meminta maaf terkait insiden penyerangan di Polsek Ciracas. Aksi penyerangan itu menyebabkan munculnya korban dari warga sipil dan anggota Polri. 

"TNI AD memohon maaf atas terjadinya insiden yang menyebabkan korban maupun kerusakan yang dialami oleh rekan-rekan baik dari masyarakat sipil maupun anggota Polri yang tidak tahu apa-apa," kata Andika saat jumpa pers di Mabes TNI AD, Jakarta Pusat, Minggu, 30 Agustus 2020.

Andika juga menyiapkan sanksi yaitu yang salah satunya para oknum TNI yang merusak mengganti rugi biaya perawatan rumah sakit, maupun kerusakan-kerusakan akibat pelaku.

"Para pelaku yang merusak dan menganiaya kepada korban akan dimintai pertanggungjawaban untuk ganti rugi kerusakan dan biaya pengobatan. Kami akan cari cara agar para pelaku membayar ganti rugi," kata Andika.

Terkait itu, 12 prajurit TNI AD yang jalani pemeriksaan oleh Detasemen Polisi Militer Kodam Jaya. Mereka telah dijebloskan ke tahanan militer Rutan Guntur, Jakarta. "12 orang sudah ditahan di Guntur," ujar Andika.