Ilham Bintang: Apa yang Disampaikan Hasril Chaniago Tidak Mendiskreditkan Arteria Dahlan -->
logo

11 September 2020

Ilham Bintang: Apa yang Disampaikan Hasril Chaniago Tidak Mendiskreditkan Arteria Dahlan

Ilham Bintang: Apa yang Disampaikan Hasril Chaniago Tidak Mendiskreditkan Arteria Dahlan


GELORA.CO - Silsilah keturunan politisi PDI Perjuangan, Arteria Dahlan yang disebut sebagai keturunan PKI menuai polemik di kalangan masyarakat terutama masyarakat Minangkabau, Sumatera Barat.

Hal itu lantaran adanya pernyataan dari tokoh Minangkabau, Hasril Chaniago di acara ILC beberapa waktu lalu, yang menyebut Arteria jangan-jangan keturunan PKI lantaran dekat dengan tokoh bangsa Rasuna Said, dan Rasuna Said memiliki saudara tiri dari PKI yakni Bachtaruddin.

Wartawan senior, Ilham Bintang menyimpulkan bahwa pernyataan Hasril bukan mendiskreditkan bahwa Arteria merupakan keturunan PKI, di dalam acara tersebut.

"Poin pertama, pernyataan anda di ILC itu tidak sama sekali mendiskreditkan Arteria, anda fokus pada budaya Minang itu yang demokratis, plural dan sejarahnya juga demikian dalam keluarga, kerena tidak ada kerusuhan di Padang," kata Ilham dalam acara diskusi virtual, Jumat (11/9).

Selain itu, Ilham mengatakan Hasril tidak perlu mengklarifikasi omongannya di ILC seperti yang diminta Arteria Dahlan.

"Kedua memang tidak ada juga hal yang perlu diklarifikasi, karena kita tahu ada stresing tadi yang majemuk tadi, jadi itu kakeknya dia Bachtarudin orang PKI, posisinya itu ada dalam sejarah," katanya.

Seakan mempertegas posisi Hasril tidak bersalah, Ilham Bintang juga menilai dari pernyataan Hasril tidak akan dituntut oleh Arteria karena Hasril berbicara lewat sejarah di Minangkabau terutama wilayah Danau Maninjau yang memiliki basis Masyumi dan juga PKI.

"Kedua kita sependapat tidak ada kemungkinan dituntut, jangan asal ngomong kalau itu tidak benar itu dipermalukan Bang Hasril di depan umum. Dengan catatan jangan agresif, kita pasif saja, itu yang terjadi apa yang anda katakan," ucapnya.

"Saya lihat tidak ada konotasinya untuk mendorong minta maaf, tidak ada ditambah-tambahin lagi," tutup Ilham Bintang menambahkan. (*)