Heboh Sejumlah Warga di Bali Tiba-tiba Kehilangan Fungsi Penciuman

Heboh Sejumlah Warga di Bali Tiba-tiba Kehilangan Fungsi Penciuman

Gelora Media
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Sejumlah warga di Banjar Kecincang Bebandem, Karangasem, Bali, kehilangan kemampuan mencium bau. Fenomena ini membuat heboh lantaran terjadi secara tiba-tiba di tengah pandemi Corona.

Bahkan dinas kesehatan setempat menyebut hilangnya indra penciuman warga ini baru muncul ketika pandemi COVID-19 dimulai. Anehnya, sejumlah warga pun secara tiba-tiba juga sembuh dengan sendirinya.

"Ya di Banjar Kecicang Islam, Kecamatan Bebandem, Karangasem, itu memang ada sejak adanya COVID. Ini ada beberapa warga yang mengalami itu, tetapi sudah sembuh sendiri dia dengan ininya... dengan mereka menjaga imunitas sembuh sendiri, tidak berlanjut dia," kata Kepala Dinas Kesehatan Karangasem I Gusti Bagus Putra Pertama saat dihubungi detikcom, Jumat (4/9/2020).

Bagus memaparkan hingga kini masih ada dua warga yang tidak bisa mencium bau. Namun sedikit demi sedikit sudah bisa mencium bau.

"Terakhir sampai dua hari yang lalu kita melakukan PA itu masih dua orang saja dan itu pun juga sudah merasakan bau daun jeruk. Artinya sudah membaik dari sebelumnya, dengan menjaga imunitas saja tanpa pengobatan," ujar Bagus.

Tonton juga video 'Awasi Protokol Kesehatan, Pecalang Bali Pelototi Wisatawan':

Bagus pun tidak mengetahui secara pasti penyebab hilangnya indra penciuman sejumlah warga tersebut. Namun Bagus menegaskan masyarakat yang tidak bisa mencium bau ini tidak mengeluhkan penyakit lain dan tidak punya keluhan yang mengarah ke COVID-19.

"Tidak ada keluhan lain, baik batuk, sesak napas, demam yang mengarah COVID seperti itu," tegas Bagus.

"Sampai saat ini penciumannya sudah kembali normal. Sudah dari Januari itu yang bilang banyak ini... tapi selama itu akses ke pelayanan kesehatan kan tidak ada yang mengarah COVID-19. Cuma dia melaksanakan pengobatan sendiri, kemudian dengan menjaga imunitasnya, kemudian beberapa hari sudah kembali. Jadi tanpa pengobatan kapasitas kesehatan, itu intinya," tambahnya.

Bagus pun menyebut pihaknya sempat menelusuri fenomena hilangnya indra penciuman warga ini. Sejumlah warga yang masih mengidap pun ditanya terkait keluhan yang dirasakan.

"Jadi kalau yang datangnya pengakuan ini kan datangnya pengakuan warga ya, karena saat pada kita tanya berdasarkan riwayat mereka karena kepikiran aja karena memang tidak ada gangguan misalkan gangguan penciuman kan berarti ada tersumbat hidungnya atau ada membuat reseptor untuk penciuman ini sudah terputus di hidungnya," kata Bagus saat dihubungi, Sabtu (5/9/2020).

"Tapi saat ditanya apakah bapak ibu bapak mengalami pilek? tidak, sakit tenggorokan? tidak, itu artinya kan hanya kepikiran (COVID-19)" sambungnya.

Dinkes Karangasem juga masih memantau kondisi warga yang mengeluhkan kehilangan fungsi indra penciuman itu. Vitamin untuk warga tersebut juga dipantau.

"Yang masih keluhkan ini kita pantau terus melakukan istirahat kemudian vitamin dipantau oleh petugas kesehatan yang mewilayahi puskesmas tapi yang dilaporkan sebelumnya kan tidak terlaporkan ya hanya mengaku mungkin saya merasa sebentar kemudian muncul lagi itu yang dibilang banyak warganya tetapi sampai ke akses petugas kesehatan belum ada kecuali yang kita pantau-pantau akibat kasus konfirmasi kasus kontak maupun kasus infeksi penyaluran nafas," ujarnya.

Warga yang mengalami kehilangan fungsi indra penciuman tidak bisa dipastikan angkanya. Menurut pengakuan tokoh masyarakat setempat, ada puluhan warga yang mengeluhkan.

"Dari pengakuan tokoh masyarakat di sana sih ada (puluhan) tapi sedang membaik tapi tidak bisa memastikan berapa semua kan karena sepintas merasakan kemudian pakai beberapa ahli tradisional di sana kemudian balik lagi," ujar Bagus.

Bagus juga mengatakan masyarakat sempat khawatir kehilangan indra penciuman itu berkaitan dengan COVID-19.

"Itu kan karena mendengar sekarang COVID-19 pandemi COVID warga masyarakat ini was-was jangan-jangan kemarin-kemarin keluhan saya yang tidak bisa merasakan bau itu ini ada hubungannya dengan gejala COVID," kata Bagus.

Dinas Kesehatan Karangasem langsung turun ke lapangan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Menurut Bagus, yang dikeluhkan masyarakat tidak ada mengarah ke gejala COVID-19.

"Itu sebenarnya awalnya kemudian langsung kita turun kita mengedukasi semuanya gitu dan ini kalau keluhan itu kan sama sekali nggak ada pilek nggak ada batuk," ujar Bagus.[dtk]
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita