Harga Tes PCR Capai Rp2,5 Juta, Fadli Zon Sebut Ada Pihak Ambil Keuntungan dari Kesusahan Rakyat

Harga Tes PCR Capai Rp2,5 Juta, Fadli Zon Sebut Ada Pihak Ambil Keuntungan dari Kesusahan Rakyat

Gelora News
facebook twitter whatsapp



GELORA.CO - Anggota DPR Fraksi Partai Gerindra Fadli Zon merespons adanya pihak-pihak tertentu yang mengambil keuntungan dari uji usap COVID-19 dengan metode polymerase chain reaction (PCR).

Mantan wakil ketua DPR itu menyesalkan adanya RS yang mengambil kesempatan dalam kesempitan terkait uji usap PCR tersebut.

Bahkan, ia menilai hal semacam ini merupakan tindakan mengambil keuntungan dari kesusahan.

"Kesempatan dlm kesempitan. Keuntungan dr kesusahan," twit Fadli di akun @fadlizon di Twitter dilihat, Sabtu (5/9).

Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) itu menilai RS seenaknya menentukan harga uji usap PCR karena tidak ada standar aturan terkait berapa yang seharusnya dibayar masyarakat.

"Knp RS bisa seenaknya tentukan harga, krn tak ada aturan harga PCR," kata Fadli Zon.

Sebelumnya, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letnan Jenderal (Letjen) Doni Monardo mengungkapkan ada rumah sakit yang mematok harga tes usap (swab) menggunakan metode polymerase chain reaction di atas Rp 2,5 juta.

Menurut Doni, harga asli swab PCR di kisaran Rp 500 ribu.

“Ada rumah sakit yang mematok harga PCR swab di atas Rp 2,5 juta, padahal harga rutin atau harga yang biasa kami lihat tidak pernah lebih Rp 500 ribu per unit atau per pemeriksaan spesimen,” kata Doni dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR, Kamis (3/9).

Jebolan Akademi Militer (Akmil) 1985 itu memastikan akan membicarakan persoalan tersebut bersama Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto guna mengambil langkah-langkah penertiban. (*)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita