Faktor Jokowi Dinilai Turut Menyulitkan PDIP Galang Suara di Sumbar

Faktor Jokowi Dinilai Turut Menyulitkan PDIP Galang Suara di Sumbar

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - PDIP sebagai pemenang pemilu dan pemilik kursi terbesar DPR pada Pileg 2019 ternyata tak punya anggota DPR dapil Sumbar. PDIP pun bisa menempatkan kader sendiri sebagai calon kepala daerah di Pilgub Sumatera Barat. 

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pun bertanya-tanya mengapa sampai saat ini masyarakat Sumbar belum percaya pada PDIP. 

Dosen Ilmu Politik Universitas Andalas Asrinaldi berpendapat, figur Jokowi turut mempengaruhi minimnya suara PDIP di Sumbar. Menurut dia, berbagai hoaks yang menghantam Jokowi di Pilpres 2019 dan 2014 juga turut membuat suara PDIP turun di Sumbar. Sebab, masyarakat Sumbar mempercayai berbagai informasi tersebut. 

Diketahui, dua kali pilpres, 2014 dan 2019, Jokowi kalah telak dari pesaingnya Prabowo di Bumi Minangkabau itu. 

"Saya pikir memang ada (figur Jokowi tentukan suara PDIP), dalam arti barangkali ini juga terkait dengan cara berkampanye meyakinkan masyarakat Sumatera Barat. Karena bagaimana pun saya meyakini yang namanya informasi hoaks yang tidak tepat itu juga berada dalam pikiran pemilih kita di sini. Sehingga dikaitkan dengan itu," kata Asrinaldi saat dimintai tanggapan, Kamis (3/9). 

Asrinaldi berpandangan, selama ini PDIP belum berhasil mencari counter untuk meluruskan berbagai hoaks yang menimpa Jokowi tersebut. Akibatnya, warga Sumbar enggan memilih PDIP karena mendukung Jokowi yang dituding sebagai PKI.  

Ia menilai, strategi kampanye PDIP harus dibenahi. 

"Seandainya ada counter isu terkait dengan apa yang terjadi, kan ada yang mengatakan Pak Jokowi dekat dengan PKI macam macam ya, ada juga membenci Islam. Itu kan saya pikir enggak mungkin, hoaks itu. Tetapi ada di sini meyakini itu benar adanya. Makanya pemilih itu lari ke Prabowo. Walaupun saya meyakini banyak orang menolak itu," papar dia.  

"Jadi barangkali strategi kampanyenya yang tidak pas sehingga counter isunya tidak masuk," imbuh Direktur Eksekutif Spektrum Politika itu.  

Ke depan, agar perolehan suara PDIP di Sumbar membaik, Asrinaldi berpandangan, pembuktian kerja Jokowi dapat menjadi salah satu faktor penentu.  

Menurut dia, perhatian yang besar dari Presiden Jokowi, berupa program yang bermanfaat bagi masyarakat, akan mengubah pola pikir masyarakat yang awalnya tak suka Jokowi.  

"Saya yakin orang rasional akan menilai ini loh pemimpin itu. Walaupun di kita kalah, tetapi dia tetap memberikan perhatian tetapi ini yang bekerja untuk rakyat," ujarnya. 

Pada Pilpres 2019 lalu Prabowo memukul telak Jokowi-Ma'ruf Amin dengan kemenangan 85,95 persen berbanding 14,05 persen. Begitu juga pada Pilpres 2014 lalu, Prabowo unggul jauh dari Jokowi-JK dengan 76,92 persen berbanding 23,08 persen. []
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita