Eks Pengawal Jokowi, Putera Minang dari Lereng Gunung Marapi Resmi Jadi Danjen Kopassus -->
logo

10 September 2020

Eks Pengawal Jokowi, Putera Minang dari Lereng Gunung Marapi Resmi Jadi Danjen Kopassus

Eks Pengawal Jokowi, Putera Minang dari Lereng Gunung Marapi Resmi Jadi Danjen Kopassus


GELORA.CO - Brigjen Mohamad Hasan secara resmi kini menjabat sebagai Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus. Brigjen Mohamad Hasan menggantikan Mayjen I Nyoman Cantiasa yang dimutasi menjadi Pangdam XVIII/Kasuari.

Serah-terima jabatan Danjen Kopassus ini digelar di Lapangan Upacara Makopassus, Cijantung, Jakarta Timur (Jaktim), Kamis (10/9/2020). Acara penyerahan pasukan diawali dengan membunyikan drum band. Setelah itu para pasukan masuk secara bersama dan berbaris di lapangan.

Mayjen I Nyoman Cantiasa dan Brigjen Mohamad Hasan pun memasuki lapangan upacara dari Gedung SarwobEdhie Wibowo. Keduanya langsung menuju podium yang berada di depan pasukan.

"Sebagaimana kita ketahui bersama pada pagi tadi telah dilaksanakan serah terima jabatan Danjen Kopassus di Markas Besar Angkatan Darat. Dan pada hari ini dilanjutkan dengan tradisi upacara penyerahan satuan Kopassus dari saya kepada Brigjen TNI Mohamad Hassan. Oleh karenanya, sebagai konsekuensi dari sertijab tersebut, maka pada hari ini saya perlu menyerahkan satuan Kopassus secara resmi kepada pengganti saya," kata Mayjen Nyoman mengawali sambutan.

Nyoman mengatakan dia menjadi Danjen Kopassus ke-31 selama 1 tahunan. Mayjen Nyoman berterima kasih atas loyalitas, dedikasi, dan kinerja seluruh pasukan Kopassus ketika dia menjabat Danjen.

"Ternyata waktulah yang membatasi kita, sehingga kita harus berpisah karena saya mendapatkan amanah untuk melaksanakan tour of area, tour of duty ke Papua Barat sebagai Panglima Kodam XVIII/Kasuari," ucapnya.

Di tempat yang sama, Brigjen Mohamad Hasan mengaku siap mengemban tugas sebagai Danjen Kopassus yang ke-32. Hasan mengatakan akan berusaha untuk membuat pasukan Kopassus menjadi lebih baik, profesional, kuat, dan tangguh untuk menghadapi segala tantangan dan tugas ke depannya.

"Saya akan meneruskan semua apa yang telah dirintis, dirancang, dan dicanangkan Mayjen Nyoman," kata Hasan.

"Selanjutnya saya mohon dukungan, bantuan, dan kerja samanya kepada semua sesepuh Kopassus serta seluruh prajurit TNI Kopassus agar dapat memberikan kontribusi yang baik bagi kemajuan Kopassus di masa yang akan datang, serta tetap memegang teguh pada semboyan Kopassus, berani, benar, berhasil," ujar Brigjen Hasan.

Diketahui, Hasan pernah menjadi pengawal Presiden Joko Widodo (Jokowi). Begitu lulus dari pendidikan, Hasan bertugas sebagai Komandan Unit Grup 1/Para Komando Kopassus di Serang. Setelah beberapa lama, ia pun kemudian 'keluar' markas dan menjadi Komandan Batalion Infanteri Raider Khusus 114/Satria Musara (2009-2011).

Brigjen Hasan lalu mendapat kepercayaan memegang teritori sebagai Komandan Kodim 0104/Aceh Timur hingga 2013. Tak lama, ia kembali pulang ke Korps Baret Merah itu. Ia dipercaya menjadi Wakil Asisten Personel Komandan Jenderal Kopassus.

Pada tahun yang sama, Brigjen Hasan diangkat menjadi Komandan Batalion Infanteri Raider Khusus 114/Satria Musara (2009-2011). Lalu, pada 2014, ia kembali bertugas di luar Kopassus menjadi Asrena Paspampres.

Berasal dari Kampung di Lereng Gunung Marapi



Jangan lihat seseorang itu dari asalnya, karena bisa saja seseorang yang berasal dari kampung bisa menjadi orang yang sukses di kemudian hari.

Bak kata orang bijak, jangan kamu menghujat awal seseorang, karena kamu belum tentu bagaimana akhirnya.

Bisa saja pada akhirnya seseorang itu sukses.

Begitulah Brigjen Mohamad Hasan, pria ini berasal dari kampung di lereng Gunung Marapi di Sumatera Barat.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memutasi 62 perwira tinggi (pati) di lingkungan TNI, Kamis (27/8/2020).

Satu perwira yang dimutasi adalah Brigjen TNI Mohamad Hasan.

Mohamad Hasan adalah pria kelahiran Bandung, 13 Maret 1971 silam.

Meski lahir di pulau Jawa, Mohamad Hasan adalah putra asli Minangkabau.

Ia adalah lelaki asli Kabupaten Agam.

Kampungnya berada dataran tinggi Kecamatan Canduang, persis di lereng Gunung Marapi.

Bahkan, pendidikan SMP dan SMA-nya dihabiskan di kampung asalnya.

Mohamad Hasan menuntaskan pendidikan menengah lanjutan di SMP Simpang Canduang.

Sedangkan pendidikan lanjutan menengah atas diselesaikan di SMA 1 IV Angkek Candung atau dikenal juga dengan SMA Lambah.

Di SMA ini, Mohamad Hasan menyelesaikan studi pada tahun 1990.

Usai tamat dari SMA Lambah, Mohammad Hasan pun mendaftar di Akademi Militer.

Pada tahun 1993, ia pun lulus dari akademi tersebut. (*)