Capt Pilot Wanita Pertama di RI Sempat Cerita Kena COVID-19 Sebelum Wafat -->
logo

12 September 2020

Capt Pilot Wanita Pertama di RI Sempat Cerita Kena COVID-19 Sebelum Wafat

Capt Pilot Wanita Pertama di RI Sempat Cerita Kena COVID-19 Sebelum Wafat

GELORA.CO - Indah Yuliani, kapten pilot wanita pertama untuk penerbangan sipil di Indonesia, tutup usia setelah terpapar virus Corona (COVID-19). Ketika sakit, Indah atau yang akrab disapa Cipluk oleh rekan-rekannya, sempat berbagi cerita.

Dalam rekaman percakapan via WhatsApp yang dibagikan Ketua Dewan Etik Ikatan Pilot Indonesia (IPI), Capt Noor Wahjudie kepada detikcom, Sabtu (12/9/2020), Indah mengatakan awalnya dirinya tak merasakan gejala Corona. Dia pun sempat melakukan tes PCR swab dan hasilnya negatif.

"PCR kedua langsung positif," cerita Indah.


Pesan itu ditulis Indah pada Rabu (9/9). Dia lalu mengatakan kondisinya menurun usai dinyatakan positif Corona.

"Drop temperatur 38,9 (derajat celcius-red)," ucap Indah.

Indah sempat berpesan kepada rekan-rekan pilot untuk tak menyepelekan kesehatan. Dia juga bercerita sempat dipasangi ventilator.

"Jadi untuk teman-teman, jangan pernah bilang kita baik-baik saja. Hikmahnya buat saya, Allah masih sayang saya, masih dikasih kesempatan bertahan sampai kemarin (8/9) malam ventilator baru lepas," tutur Indah kala itu.

"Penyakit ini luar biasa. Ini pelajaran terbaik untuk kita semua, belajar dari cerita teman kita sendiri. Penyakit ini dahsyat banget," sambung Indah.

Capt Indah Yuliani pun sempat menceritakan dirinya berada di ruang ICU dan mendoakan rekan-rekan pilot agar memperhatikan kesehatan.

"Take care ya teman-teman," ucap Indah.

Sebelumnya IPI menyampaikan rasa duka cita atas kepergian Capt Indah Yuliani. Indah Yuliani meninggal dunia pada usia 61 tahun.

"Ikatan Pilot Indonesia (IPI) merasa sangat kehilangan dengan wafatnya Almarhumah Capt Indah Juliani (Cipluk)," tulis Ketua Dewan Etik IPI, Capt Noor Wahjudie lewat pesan singkat kepada detikcom.

Noor Wahjudie mengatakan penghormatan IPI tak sekadar karena Indah pilot senior. IPI menilai Indah adalah sosok yang inspiratif bagi perempuan untuk mengembangkan potensi diri.

"Kami menghormati Almarhumah bukan hanya dalam kapasitasnya sebagao pilot senior. Tapi juga perannya dalam meng-encourage para wanita untuk mengembangkan potensinya secara penuh (di dunia penerbangan-red)," ucap Noor Wahjudie.

Noor Wahjudie menuturkan Indah meninggal dunia pada Jumat (11/9). Jenazah dikebumikan di Taman Pemakaman Umum Pondok Ranggon, Jakarta Timur (Jaktim).

"Selamat jalan sahabatku. Damai dan berbahagialah di sisi-Nya," ujar Noor Wahjudie.(dtk)