Amien Rais di Antara 2 'Matahari' -->
logo

6 September 2020

Amien Rais di Antara 2 'Matahari'

Amien Rais di Antara 2 'Matahari'

GELORA.CO -Rencana pembentukan partai sempalan PAN, PAN Reformasi, terus bergaung dalam sepekan terakhir. Namun, nada sumbang terkait rencana pembentukan PAN Reformasi justru disampaikan oleh putra Amien Rais, Mumtaz Rais
"Lihatlah, tidak ada satupun anggota dewan kita dan kepala daerah kita yang mengarah ke sana. Kenapa? Karena mereka semua sibuk bekerja, bukan seperti para pengangguran itu yang luntang-lantung berhalusinasi mau bikin partai," kata Mumtaz kepada wartawan, Senin (31/8/2020).

PAN Reformasi sendiri diyakini hanya akan diminati oleh segelintir kader PAN. Bahkan, Mumtaz pun berjanji akan berenang dari Pantai Kapuk, Jakarta Utara, ke Labuan Bajo, NTT, jika seperempat dari seluruh anggota dewan dari fraksi partai berlambang matahari putih itu menyeberang ke PAN Reformasi.

"Kalau memang PAN Halusinasi (baca: PAN Reformasi) ini sampai beneran terbentuk dan diisi oleh seperempat saja dari anggota dewan kita yang berjumlah sekitar 1500-an, maka saya sebagai Ketua PoK DPP penjaga tangguh benteng PAN ini, akan berenang dari Pantai Kapuk sampai Labuan Bajo, sebagai bentuk give away, persembahan dari saya," terang Mumtaz.

Pernyataan Mumtaz ini membuat pentolan PAN Reformasi, Agung Mozin angkat bicara. Ungkapan Mumtaz itu dinilai sebagai bentuk kepanikan yang berlebihan.

"Ha-ha-ha..., itu ungkapan kepanikan aja, lihat saja nanti," kata Agung kepada wartawan, Senin (31/8).

Saling 'serang' antara kubu PAN dengan PAN Reformasi pun tidak bisa dihindari. Elite PAN Viva Yoga Mauladi membela Mumtaz.

"He-he-he... sama sekali tidak panik. Tidak 'gegana', gelisah, galau, dan merana," kata Viva kepada wartawan, Selasa (1/9).

Agung Mozin pun tak hanya sekali 'menyerang' Mumtaz. Dia menilai Mumtaz belum matang dalam berpolitik.

"Sebagai anak muda sebaiknya belajar dulu yang banyak sebagai kader partai untuk menjadi politisi yang matang," ujar salah seorang loyalis Amien Rais, Agung Mozin kepada wartawan, Selasa (1/9).

Puncaknya, Agung Mozin menilai sikap Mumtaz sudah di luar adab, karena terkesan menyerang ayahnya sendiri, Amien Rais. Dia tak habis pikir Mumtaz bisa menyerang ayah kandung sendiri, Amien Rais.

"Melihat sikap Mumtaz yang terkesan menyerang Pak Amien Rais sebagai ayahnya yang membesarkan sungguh sudah di luar adab masyarakat kita yang sangat religius, sehingga dapat kita nilai bahwa Mumtaz, yang menjadi Ketua OKK DPP PAN, begitu tega memperlakukan orang tuanya seperti itu, apalagi hanya orang-orang yang berstatus sebagai kader PAN," kata Agung kepada wartawan, Kamis (3/9).

Tak mau dibilang dicap durhaka, Mumtaz pun merespons Agung Mozin. Menantu dari Ketum PAN saat ini, Zulkifli Hasan (Zulhas) itu menegaskan bahwa dirinya yang tahu bagaimana hubungannya dengan sang ayah.

"Yang pasti, Pak Amien adalah ayah kandung saya dan saya adalah bagian dari darah dagingnya. Hubungan ini yang paling tahu ya adalah kita berdua, makanya aneh saja tiba-tiba banyak pihak-pihak yang kepengin tahu, bahkan sudah menjurus ke sok tahu," ujar Mumtaz, ketika dihubungi, Jumat (7/9).

Berbagai pandangan dari internal PAN juga muncul atas rencana pendirian PAN Reformasi. Mulai dari Amien Rais dinilai kubur sejarahnya di PAN apabila mendirikan PAN Reformasi, hingga anggapan PAN Reformasi hoax.

Adalah Wakil Ketua DPW PAN Sulawesi Selatan (Sulsel) Irfan AB yang menilai Amien Rais sama saja mengubur sejarahnya di PAN jika membentuk PAN Reformasi. Dia berharap wacana PAN Reformasi tidak dilanjutkan.

"Karena biar bagaimana pun PAN sekarang ini itu lahir dari rahim reformasi, dan saya kira salah satu deklarator dan pendirinya adalah Pak Amien Rais. Jadi kalau Pak Amien melakukan itu, artinya Pak Amien mengubur sejarahnya sendiri," ujar Irfan kepada detikcom, Selasa (1/9).

Loyalis Zulhas, Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio juga bersuara. Eko menganggap PAN Reformasi sebagai partai hoax.

"Kalau saya nganggapnya ini partai hoax dong ya, karena saya belum diajak ngobrol, belum apa. Dan teman-teman saya tanya satu per satu juga belum.... Jadi saya melihat belum ada kebenarannya," kata Eko di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9).

'Hangatnya' polemik pembentukan PAN Reformasi, belum ditanggapi oleh Amien Rais. Namun, Amien Rais diklaim akan segera memberikan pernyataan.

"Tunggu Minggu ini, Minggu depan, pak Amien akan berikan narasi yang cukup komprehensif, masalah partai ini," sebut loyalis Amien Rais, Chandra Tirta Wjaya dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (5/9).

Wacana pendirian PAN Reformasi merupakan bentuk kekecewaan Amien Rais atas gelaran pemilihan Ketum PAN di Kendari, Februari 2020 lalu. Deklarasi pembentukan PAN Reformasi direncanakan digelar Desember 2020.(dtk)