AHY: Meski di Luar Demokrat Tetap Dukung Pemerintah -->
logo

25 September 2020

AHY: Meski di Luar Demokrat Tetap Dukung Pemerintah

AHY: Meski di Luar Demokrat Tetap Dukung Pemerintah


GELORA.CO - Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan, pandemi Covid-19 yang saat ini menghantam dunia dan tak terkecuali Indonesia adalah nyata. Virus itu tidak mengenal kalangan manapun.

‎”Musibah yang kita hadapi ini, nyata. Siapapun, bisa menjadi korbannya. Kita perlu saling berbagi rasa, dan empati,” ujar AHY dalam pidato politiknya di HUT Demokrat ke-19 di Jakarta, Jumat (25/9).

Krisis besar yang melanda negeri ini juga serius. Karenanya, semua pihak harus lebih bersatu untuk mengatasinya. Jangan biarkan hanya satu orang yang menanggung beban penderitaannya sendiri.

“Kepala negara dan pemerintah, sebagai pemimpin kita harus bisa menemukan solusi yang tepat, dan bisa mengakhiri pandemi Korona, dan krisis ekonomi, dewasa ini,” katanya.

“Kuncinya adalah, kebersamaan. Sebagaimana orang bijak mengatakan kalau ingin cepat, lakukan sendiri tetapi kalau ingin sukses, lakukan bersama-sama,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, AHY menuturkan, dalam mengatasi krisis besar saat ini, pilihan yang dimbil adalah mmenyelamatkan hidup manusia, dan memulihkan ekonomi, sebagai satu kesatuan yang utuh.

“Jangan dipisah-pisahkan. Dengan strategi, kebijakan, dan tindakan yang tepat keduanya dapat dilakukan,” katanya.

Kemudian dalam mengatasi pandemi Covid-19, dan krisis ekonomi ini, tentu yang pilih kebijakan dan tindakan yang tepat. Yang benar-benar bisa mendatangkan keberhasilan.

Namun, bersamaan dengan itu, perlu dicegah, terjadinya hal-hal yang mengancam keberlangsungan kehidupan bangsa yang baik, di masa depan. Semua pihak harus bisa mengatasi masalah saat ini tanpa menimbulkan masalah di kemudian hari.

“Kita merasakan kurangnya kerukunan dan kebersamaan, di antara sesama komponen bangsa, termasuk ketika  kita sedang menghadapi krisis saat ini,” tuturnya.

Lebih lanjut AHY mengatakan, angka pengetesan di Indonesia masih jauh di atas standar WHO, sebesar 5 persen. Juga tingkat kemampuan tes Indonesia masih rendah dan tidak merata. Agar pemerintah makin berhasil perlu kebijakan dan tindakan testing secara  lebih masif.

Kebijakan testing lengkap itu meliputi testing, tracing, treating, isolating, and containing. Kebijakan  testing secara masif ini sangat mungkin,  meningkatkan kasus positif Covid-19 masyarakat. Namun tidak perlu panik. Hasil testing yang menyeluruh ini menjadi  jalan  menuju kesuksesan, di dalam mengatasi  krisis Covid-19.

“Jika  ancaman Covid-19, dapat sepenuhnya kita  hentikan, kehidupan ekonomi dan sosial, akan dapat  dipulihkan,” katanya.

Kalau ini terjadi rakyat Indonesia akan kembali, memiliki harapan dan keyakinan bahwa masa depannya tidak gelap. Dampak langsung dari krisis kesehatan ini telah membuat ekonomi Indonesia terpukul.

Terjadi penurunan pertumbuhan ekonomi sekitar 8 persen dari yang semula 2,97 persen di kuartal I menjadi minus 5,32 persen di kuartal  II. Sementara, pada  kuartal III ini kemungkinan besar pertumbuhan  ekonomi masih negatif.

“Ini berarti, kita berada di tepi jurang resesi. Hampir semua sektor utama, yang berkontribusi besar, terhadap Produk Domestik Bruto mengalami kontraksi seperti sektor industri, perdagangan, konstruksi, pertambangan, dan sektor lainnya,” tuturnya.

Ini semua berdampak langsung, pada meningkatnya  angka pengangguran. Diprediksi terjadi gelombang pengangguran baru sebesar 5 juta  jiwa. Menambah angka pengangguran hingga12,7 juta  jiwa.

“Situasi ini, juga akan berimplikasi, pada  meningkatnya angka kemiskinan, dan juga  ketimpangan sosial di tengah masyarakat,” tuturnya.

Lebih lanjut, kata AHY, sebenarnya, sejak pertengahan Maret  2020, ketika Partai Demokrat memberikan enam rekomendasi kepada pemerintah. Demokrat sering mengingatkan jangan gagal  fokus. Jangan terlalu fokus pada asapnya tetapi lupa memadamkan apinya.

“Yang saya maksud api adalah pandemi Covid-19, sedangkan asapnya adalah, dampak ekonomi yang menyertainya termasuk pengangguran, kemiskinan, dan ketimpangan,” katanya.

Tetapi sekarang, setelah persoalan pandemi, dan tekanan ekonomi sudah semakin kompleks, maka  pilihan antara pembukaan aktivitas ekonomi, dan upaya menekan penyebaran virus.

Ini layaknya dua sisi mata uang. Wilayah yang termasuk zona hijau, atau bebas Covid-19 bisa dibuka aktivitas  ekonominya, dan kita jadikan penyangga  ekonomi. Sementara, wilayah yang masih termasuk zona kuning atau merah harus tegakkan kedisiplinan semua  pihak untuk menekan pandemi.

“Ekonomi dan kesehatan masyarakat, kita  selamatkan bersama-sama, agar dampak yang ditimbulkan tidak semakin parah dan bersifat multidimensional. Partai Demokrat memberi dukungan penuh kepada pemerintah untuk bisa menangani pandemi Covid-19 dengan tepat,” pungkasnya. (*)