Puluhan Ibu Muda Antre Ajukan Cerai, Sosiolog Bilang Dampak PHK -->
logo

25 Agustus 2020

Puluhan Ibu Muda Antre Ajukan Cerai, Sosiolog Bilang Dampak PHK

Puluhan Ibu Muda Antre Ajukan Cerai, Sosiolog Bilang Dampak PHK

GELORA.CO - Sosiolog yang juga Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC), Prof Musni Umar mengomentari video puluhan ibu muda antrean mengajukan perceraian di Pengadilan Agama Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Salah satu penyebab perceraian yang paling sering terjadi adalah faktor ekonomi dan perselingkuhan.

Dampak pemutusan hubungan kerja (PHK) diduga menjadi pemicu tingginya angka perceraian di tengah Pandemi Covid-19.

“Dampak PHK sudah dirasakan masyarakat. Antrean orang mau cerai gambaran kesulitan yang dialami masyarakat,” kata Musni Umar melalui akun Twitternya, @musniumar, Selasa (25/8).

PHK menyebabkan terjadinya pengangguran. Dampaknya, keluarga mengalami kesulitan ekonomi. Hal itu menyebabkan hubungan suami istri tidak harmonis dan berujung pada perceraian.

“Pengangguran hadirkan kemiskinan. Dampaknya keluarga runtuh. Isteri dan suami cekcok, anak korban. Saya hanya bisa berdoa, sedih semoga para pemimpin eling lan waspodo,” tambah Musni Umar.

Sebelumnya diberitakan, video antrean ibu muda ajukan cerai di Pengadilan Agama Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, viral di media sosial.

Dalam video itu terlihat puluhan wanita muda tampak berdiri di halaman dan antre masuk ke dalam kantor Pengadilan Agama Soreang.

Beberapa wanita muda lainnya tampak duduk sambil memainkan gadget mereka. Para wanita muda itu diduga ikut antrean untuk mengajukan perceraian.

Video antrean ibu muda ajukan cerai di pengadilan agama ini diunggah oleh akun Instagram @bandung.update, Senin (24/8).

“Bandung’ers, jangan terkecoh yaa, ini bukan antrian penerima bantuan sosial, tapi antrian orang-orang yang mau cerai di Pengadilan Agama Soreang,” tulisnya.

Panitera Muda Gugatan Pengadilan Agama Soreang, Ahmad Sadikin membenarkan video antrean tersebut.

Ia menyebut setiap hari, khususnya Senin, Selasa dan Kamis, Pengadilan Agama Soreang selalu dipenuhi oleh orang yang ingin cerai.

Menurut Ahmad, antrean tersebut terjadi lantaran jumlah ruang sidang terbatas. Sementara para pengaju gugatan cerai cukup tinggi, rata-rata 150 per hari.

Berikut ini video puluhan ibu muda antre ajukan cerai di Pengadilan Agama Soreang:


[psid]