Kini Ditahan Kasus Ujaran Kebencian, Ini Rekam Jejak Jerinx Nyinyiri Ulama dan Umat Islam

Kini Ditahan Kasus Ujaran Kebencian, Ini Rekam Jejak Jerinx Nyinyiri Ulama dan Umat Islam

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO - Personel grup band Superman Is Dead (SID), I Gede Ari Astina alis Jerinx ditetapkan sebagai tersangka ujaran kebencian. Dia langsung ditahan setelah menjalani pemeriksaan hari ini di Mapolda Bali.

“Sudah jadi tersangka, sudah diperiksa, dan sudah ditahan hari ini, di Rutan Polda Bali,” ujar Direktur Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Bali, Kombes Kus Yuliar Nugroho saat dikontak RMco.id, Rabu (12/8).

Jerinx terbukti memenuhi unsur pidana dalam postingan Instagram-nya yang menyebut Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sebagai kacung Badan Kesehatan Dunia (WHO). “Terpenuhi unsur delik membuat pencemaran nama baik, penghinaan dan menimbulkan satu permusuhan kepada IDI sesuai UU ITE,” imbuhnya.

Dia dijerat pasal 28 ayat (2) UU ITE, yakni, “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).” Ancaman hukumannya maksimal 6 tahun penjara dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Sebelumnya, Jerinx dilaporkan IDI atas unggahan di akun Instagramnya, @jrx_sid pada 13 dan 15 Juni. Isinya, “Gara-gara bangga jadi kacung WHO, IDI dan Rumah sakit dengan seenaknya mewajibkan semua orang yang akan melahirkan tes Covid-19”.

Jerinx sempat menyampaikan permintaan maaf kepada IDI. Dia menyebut ucapan maafnya itu sebagai bentuk rasa empati kepada IDI.

“Saya klarifikasi sekarang, saya tidak punya kebencian. Saya tidak punya niat menghancurkan dan menyakiti perasaan kawan-kawan IDI dan ini 100 persen sebuah kritikan. Saya tidak punya kebencian personal kepada IDI. Jadi tolong jangan ditanggapi dengan perasaan,” tutur Jerinx. 

Rekam jejak kebencian Jerinx terhadap Islam dan Ulama

Nyinyiran Jerinx terhadap Aksi Bela Islam 411 terkait penistaan agama oleh Ahok.

Jerinx SID tercatat dua kali mengungkapkan komentar yang dikutip dari akun media sosialnya.

Pada Kamis (3/11/16) siang, Jerinx menuliskan:

“Saya ga pro Ahok/JKW. Demo besok itu proyek elit orde baru yang ingin berkuasa lagi. FPI itu bikinan mereka. Ga ada hubungannya sama agama. Semua adalah politik. Hanya bisa bubar jika elit orba binasa. 30 tahun lebih mendoktrin bangsa, wajar pola pikir orde baru belum mati hingga kini.

Worst part is, kita kadang ga sadar kita bagian dari mereka. Rizieq terbukti hate speech hina Pancasila, Soekarno, ras lain, kok ga ditangkap? Ya jelas. Ga mungkin majikan nangkap ‘satpam’ yg lagi lindungi ‘rumahnya’.

Jadi pada intinya: f**k Soeharto, f**k CIA, dan f**k Rothschild.
Hidup Indonesia Raja! “

Nyinyiran Jerinx kepada Ustaz Adi Hidayat

Jerinx menyebut pendakwah nasional Ustaz Adi Hidayat adalah penderita bipolar. Hal tersebut dikatakan Jerinx lewat media sosial pada 2 Mei 2019

“Katanya mendoakan yang baik, tapi kok endingnya ngancam orang? Ini saya yang goblok apa dia yang bipolar ya?” kata Jerinx.

Untuk diketahui, bipolar merupakan gangguan mental yang ditandai dengan perubahan emosi yang drastis. Seseorang yang menderita bipolar dapat merasakan gejala mania (sangat senang) dan depresif (sangat terpuruk).

Pernyataan Jerinx itu menanggapi pernyataan Ustaz Adi Hidayat soal kasus penghinaan yang dilakukan oleh pelawak Andre Taulany.

Mengunggah meme yang menghina Ustaz Abu Bakar Baasyir

Jerink juga pernah mengunggah meme yang menghina Ustadz Abu Bakar Ba’asyir dengan digambarkan Ustadz Abu menjulurkan lidah yang terikat dengan sebuah bom dengan sumbu siap meledak.

Unggahanya itu dilakukan pada Januari 2019. Dalam caption unggahanny itu Jerinx mengkritik sikap pemerintah Jokowi terkait reklamasi Benoa, Bali. Meme tersebut dinilai ‘tidak nyambung’ dan ditujukan hanya untuk menghina ulama.

Jerinx juga pernah mengatakan agama adalah sebuah konspirasi.

Jerinx pernah mengatakan bahwa agama termasuk ke dalam teori konspirasi, saat menjadi narasumber program Sapa Indonesia Malam di Kompas TV beberapa waktu lalu.

Wawancara tersebut awalnya membahas teori konspirasi mengenai virus corona yang disebar Jerinx belakangan ini.

Saat menjelaskan pada host Aiman Wicaksono, lelaki asal Bali itu lebih dulu menyinggung bahwa agama adalah teori konspirasi karena selama ini tidak ada bukti ilmiahnya.

“Saya balik lagi ke pola pikir ini. Masyarakat Indonesia percaya sama agama nggak? Mayoritas. Saya berani bilang agama itu salah satu teori konspirasi juga, karena tidak ada bukti-bukti sains,” kata Jerinx SID. 

Sumber: swamedium
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita