Denny JA Sebut KAMI Jadi King Maker Pilpres 2024, Ini Respons Din -->
logo

20 Agustus 2020

Denny JA Sebut KAMI Jadi King Maker Pilpres 2024, Ini Respons Din

Denny JA Sebut KAMI Jadi King Maker Pilpres 2024, Ini Respons Din

GELORA.CO - Denny Januar Ali (Denny JA) menganalisis tiga skenario gerakan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Salah satunya, KAMI kemungkinan menjadi king maker atau melahirkan sosok capres di 2024. Bagaimana tanggapan KAMI?
Presidium KAMI Din Syamsuddin menampik analisis tersebut. Din mengatakan gerakannya tidak ada niatan untuk mengusung capres di 2024.

"Antena kami nggak ke sana," kata Din ketika dihubungi, Rabu (19/8/2020)

Terkait beredarnya poster capres dan cawapres yang mengatasnamakan KAMI Din pun membantahnya. Din mengatakan KAMI tidak pernah mengeluarkan poster apapun.

"Itu hoax," katanya.

Sebelumnya, ada 3 skenario yang dianalisis oleh Denny JA. Pertama, Denny JA bicara tentang kemungkinan kejadian tahun 1998 terulang saat ini. Namun, dia menegaskan hal itu tak bakal terwujud.

"Skenario pertama: KAMI membawa pemerintahan Jokowi jatuh sebelum berakhirnya jabatan di tahun 2024. Tapi masih ada dua variabel yang belum hadir sebagai konteks gerakan ini. Sebelum dua variabel tambahan hadir, KAMI tak cukup kuat untuk menjatuhkan Presiden Jokowi di tengah jalan," kata Denny JA.

Skenario kedua gerakan KAMI, Denny JA menilai KAMI bisa jadi tidak menjatuhkan Jokowi tapi malah melahirkan sosok capres untuk pemilu selanjutnya. KAMI dinilai bisa jadi king maker Pilpres 2024.

"Skenario kedua, gerakan ini akan membesar, tidak menjatuhkan Jokowi, namun mereka segera menemukan capres 2024 yang populer. KAMI berujung menjadi king maker terpilihnya dan beralihnya kepemimpinan nasional, lewat pemilu, dari koalisi partai saat ini, menuju koalisi partai oposisi plus KAMI," kata Denny JA.

Skenario terakhir, KAMI disebut Denny JA tak bakal jadi sesuatu. KAMI disebut bisa saja hanya menjadi penghias demokrasi negeri ini.

"Skenario ketiga, KAMI akan hadir sebagai bunga demokrasi belaka. Ia justru menjadi pemanis pemerintahan saat ini. Bahwa dalam pemerintahan Jokowi, toh hadir dan dibiarkan gerakan oposisi. Tentu sejauh tak ada hukum nasional yang dilanggar," sebut Denny JA.

"Dalam skenario ketiga, KAMI tak menjatuhkan Jokowi sebelum tahun 2024. KAMI juga tak berujung mendukung capres yang akan menang di tahun 2024. KAMI hadir sebagai gerakan moral belaka," imbuhnya.(dtk)